Saturday, February 18, 2012

Memahami resiko berinvestasi

Berinvestasi memerlukan kecermatan dan pikiran jernih. Banyak persiapan yang harus dilakukan selain modal uang tentunya. Meminimalisir risiko merupakan rahasia terbesar dari kesuksesan berinvestasi. Dengan bersikap waspada, Anda dapat terhindar dari berbagai jebakan sehingga lebih memuluskan jalan mencapai tujuan finansial. Simak lima kesalahan fatal berinvestasi seperti terangkum dalam buku The Elements of Investing karya Burton G. Malkiel, profesor ekonomi Princeton, serta Charles D. Ellis berikut ini:


1. Terlalu percaya diri
Beberapa tahun belakangan, sekelompok psikolog dan ekonom telah menciptakan bidang baru yang penting mengenai tingkah laku keuangan. Riset yang mereka lakukan menunjukkan bahwa kita tidak selalu bersikap rasional dan cenderung terlalu percaya diri. Ketika kita sukses berinvestasi, kita kerap salah mengartikan keberuntungan sebagai keahlian.

2. Mengikuti arus
Para investor cenderung semakin optimistis dan berani mengambil risiko besar saat mengalami euforia di pasar modal. Akan tetapi, investasi yang telah menjadi topik pembicaraan luas di antara teman atau di-blow up media massa sangat mungkin tidak akan mencapai sukses.

Sepanjang sejarah, beberapa kesalahan investasi terburuk dibuat oleh orang-orang yang tersapu ke dalam gelembung spekulatif. Misalnya saja, tren real estate di Jepang selama tahun 1980-an atau saham internet di AS selama penghujung 1990-an, telah menuntun orang-orang membuat sejumlah kesalahan investasi terburuk.

3. Menganggap memiliki kontrol
Para psikolog menemukan kecenderungan pada orang-orang untuk berpikir bahwa mereka memiliki kendali atas peristiwa-peristiwa, bahkan ketika mereka sesungguhnya tidak memilikinya. Akibatnya, para investor mengalami kerugian besar di pasar saham.

Di samping itu, hal tersebut juga dapat menyebabkan para investor membayangkan tren yang sebenarnya tidak ada, atau memercayai bahwa mereka bisa membaca pola dalam grafik saham sehingga dengan demikian bisa memprediksi masa depan.

Faktanya, perubahan harga saham lebih mendekati sebuah pola acak. Tidak ada yang dapat diandalkan untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan berdasarkan pergerakannya di masa lampau.

4. Biaya tinggi
Salah satu nasihat berinvestasi yang sebaiknya Anda ikuti adalah minimalkan biaya investasi. Berdasarkan pengamatan terhadap reksadana ekuitas dengan periode 15 tahun dan pengukuran tingkat pengembalian dana yang dihasilkan untuk para investor, serta semua biaya yang dibebankan dan biaya pembelian dan penjualan saham, disimpulkan bahwa reksadana dengan kuartil terendah menghasilkan keuntungan terbaik.

5. Memercayai pialang saham
Pekerjaan utama seorang pialang saham sebenarnya bukan menghasilkan uang untuk Anda, melainkan menghasilkan uang dari Anda. Pialang saham cenderung ramah untuk satu alasan utama, yakni mendapatkan lebih banyak bisnis. Tergantung dari kesepakatan yang telah disetujuinya dengan perusahaan tempatnya bekerja, pialang saham mendapatkan sekitar 40 persen dari komisi yang Anda bayarkan.

Seorang pialang saham memiliki satu prioritas: memastikan membuat Anda mengambil tindakan apa pun. Oleh karena itu, jangan melompat dari satu saham ke saham lain atau dari satu reksadana ke reksadana lain seperti membuang dan mengambil kartu dalam sebuah permainan. Hal itu hanya akan membuat kocek Anda terkuras untuk membayar komisi, dan mungkin juga menambah jumlah tagihan pajak Anda.

Via Lima Kesalahan Fatal Berinvestasi
Judul: Memahami resiko berinvestasi ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment