Thursday, March 15, 2012

2030, Rusia bangun stasiun di Bulan dan Mars

Roadmap Rusia hingga tahun 2030 di bidang Luar Angkasa

Rusia merencanakan untuk menyelidiki Jupiter dan Venus, membangun stasiun network di Mars dan mengangkut kosmonot Rusia ke permukaan bulan pada tahun 2030. Hal ini ditemukan dalam sebuah dokumen yang terdapat di agensi negara bidang luar angkasa Rusia. Demikian dituliskan oleh majalah Wired.

Rencana penuh ambisi bernuansa kosmik ini di ajukan kepada pemerintah melalui Russian Federal Space Agency (Roscosmos) bulan ini, menurut laporan Kommersant, sebuah harian yang berfokus pada bisnis di Rusia.

Dokumen ini membeberkan cetak biru industri luar angkasa hingga 18 tahun mendatang, hingga tahun 2030. Belum diketahui kapan deadline Rusia untuk perencanaan masa depan program luar angkasa.

Pada tahun 2020, roket Anggara dengan 6 penumpang akan menggantikan Soyuz sebagai pesawat luar angkasa yang dipilih untuk memuat barang-barang milik Rusia yang diluncurkan. Angara akan diluncurkan dari cosmodrome baru Vostochny di sebelah timur Rusia, yang juga akan menggantikan fasilitas Baikonur yang sudah kadaluwarsa. Pembangunan Vocstochny dimulai pada tahun 2011, dan dijadwalkan selesai pada tahun 2018.

Di tahun 2030 Rusia akan mengirimkan robot ke bulan untuk mengumpulkan sampel. Program ini akan diselingi dengan pendaratan manusia di bulan - 60 tahun setelah misi Apollonya Neil Armstrong. Mungkin sebagai balasan karena kekalahan dengan Amerika dalam misi luar angkasa.

Program ini optimistik dan juga menjelaskan perencanaan untuk eksplorasi aktif di planet lain dalam tatasurya, dan ide untuk meneruskan kembali Stasiun Luar Angkasa Internasional : ISS hanya dibiayai hingga tahun 2020.

Perdana Menteri Vladimir Putin menyatakan merasa eksplorasi luar angkasa ini sudah jelas. Pidatonya di tahun 2011 pada ulang tahun ke 50 penerbangan bersejarah Yuri Gagarin, Putin mengatakan " Rusia tidak boleh membatasi diri untuk berperan dalam penelitian internasional di pesawat luar angkasa. Kita perlu untuk meningkatkan kiprah di pasar global pesawat luar angkasa."

Rencana besar Rusia datang pada akhir era suram kegagalan penelitian luar angkasa. Pesawat penyelidik ke Mars Phobos-Grunt hampir mengalami kegagalan mesin setelah diluncurkan, terjebak di sekitar orbit selama beberapa bulan dan akhirnya jatuh kembali ke bumi. Catatan terakhir dalam dua dekade misi ke Mars yang gagal.

Dahulu, pesawat penyuplai tanpa awak Russia M-12M mati mesin secara prematur pada perjalanannya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan selanjutnya kembali namun terjatuh ketika landing di Bumi. Dalam minggu yang sama, sebuah kendaraan Proton mengambil satelit komunikasi pada posisi di orbit yang salah, - sebuah hal yang memalukan, dan harus dibayar mahal.
Judul: 2030, Rusia bangun stasiun di Bulan dan Mars ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment