Tuesday, March 13, 2012

Jual Narkoba Online : Benarkah ada?

Jumlah Pemakai Narkoba di Indonesia

Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto mengunkap, Indonesia kini menjadi target peredaran narkoba, dengan cara menjual secara online. Namun, tingginya minat warga Indonesia untuk melakukan jual beli didunia maya, menekan penjualan narkoba via online.

"Ada 40 juta pengguna internet yang sekitar 4 jutanya melakukan transaksi jual beli, dengan jumlah sebanyak ini, Indonesia termasuk taget pasar narkoba dunia maya," jelas Sumirat, Selasa (13/3/2012).

Sumirat menuturkan, penjualan via online dimanfaatkan para bandar untuk menjual narkoba melalui dunia maya. Modus ini, diakuinya cara lama namun baru terdeteksi. "Sebenarnya ini modus lama, bisa juga yang dulu- dulu terungkap melalui online. Terdeteksi baru- baru ini," katanya.

Lebih lanjut Sumirat menjelaskan kalau maraknya peredaran narkoba melalui dunia maya dikarenakan perkembangan tekonologi yang semakin canggih, selain itu melalui dunia maya tidak ada batas anatar negara. "Karena online ini alat yang terbuka, tidak ada batas negara, bebas. Seseorang menggunakan bisa pakai nama samaran, kode- kode. Seperti di Malaysia itu, apakah benar pengirim itu Mr. TAN atau bukan, kita belum tahu," ucap Sumirat.



BNN Cokok 4 Kurir Narkoba Dalam Satu Hari

Di awal tahun 2012, sindikat Narkoba cenderung lebih memilih untuk bertransaksi Narkoba melalui jasa pengiriman barang, ketimbang membawa langsung ke negara yang dituju. Hal ini bisa terlihat dari beberapa pengungkapan kasus yang berhasil dibongkar oleh petugas BNN bersama Bea dan Cukai baru-baru ini. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana para sindikat ini mencoba untuk mengecoh petugas dengan melakukan pengiriman paket shabu yang tersembunyi secara rapi melalui air filter, piston, water purifier, dan juga lukisan, meski akhirnya Narkoba tersebut tidak bisa beredar karena digagalkan oleh BNN.

Berkat sinergis BNN dengan Bea dan Cukai, maka dalam pekan ini, 2 kasus penyelundupan Narkoba jenis shabu dan 1 kasus penyelundupan kokain, berhasil digagalkan BNN, hanya dalam tempo satu hari, pada hari Kamis tanggal 8 Maret 2012.

Pada hari tersebut, petugas BNN berhasil menangkap 4 orang tersangka yang diduga kuat sebagai kurir, yang terlibat dalam tiga kasus Narkoba yang berbeda. Tersangka pertama, berinisial F, ditangkap setelah mengambil paket di areal parkir sebuah jasa pengiriman, di daerah Denpasar, Bali, Kamis (8/3) pada pukul 13.20 WITA. Setelah diperiksa, paket tersebut adalah kokain yang disembunyikan dalam kancing dari 7 gaun wanita. Jumlah keseluruhan kancing tersebut tercatat 178 buah, yang di dalamnya terdapat narkotika jenis kokain, dengan total jumlah brutto 628,5 gram, senilai Rp 3,142 miliar.

Sekitar dua jam berselang, petugas BNN berhasil meringkus tersangka lainnya, yaitu M dan H, di dekat sebuah tempat perbelanjaan yang juga berada di kawasan Denpasar. Kedua tersangka ini, merupakan kurir yang bertugas mengambil paket yang berisi shabu seberat 704,2 gram yang disembunyikan dalam alat pemijat kaki.

Pengungkapan kasus tidak berhenti sampai di situ saja, karena kurang lebih 2,5 jam kemudian, BNN berhasil menangkap kurir Narkoba lainnya berinisial FA, masih di kota Denpasar. Tersangka ditangkap setelah mengambil paket yang di dalamnya terdapat shabu seberat 95,8 gram, yang disembunyikan di dalam dus DVD.

Untuk pengembangan yang lebih mendalam, keempat tersangka dibawa ke kantor BNN, pada Sabtu dini hari (10/3), untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (BK)

Penjualan narkoba online sudah banyak dilakukan di India, Amerika Serikat, dan Cina.

Badan Nasional Narkotika (BNN) terus menekan penjualan narkoba via online. Karena, sebagai negara dengan pengguna internet yang cukup banyak, Indonesia menjadi target penyebaran narkoba melalui dunia maya.

Dikatakan Humas BNN, Sumirat Dwiyanto, berdasarkan catatan, ada 40 juta pengguna internet yang sekitar 4 jutanya melakukan transaksi jual beli.

"Dengan jumlah sebanyak ini, Indonesia termasuk taget pasar narkoba dunia maya," kata Sumirat.

Selain itu, penjualan narkoba melalui dunia maya bukanlah suatu yang baru. Transaksi narkoba secara online merupakan modus lama.

"Terdeteksi lagi baru-baru ini," ujar Sumirat, Maret 12 Maret 2012.

Berdasarkan catatan International Narcotics Control Board (INCB), seiring dengan perkembangan teknologi, penjualan narkoba online sudah banyak dilakukan di India, Amerika Serikat, dan Cina.

"Tidak ada batas negara. Bisa pakai nama samaran, kode-kode, seperti di Malaysia itu. Kita masih memastikan apakah Mr TAN pengirimnya atau bukan," kata Sumirat.

Karena itu, guna mendeteksi penjualan narkoba secara online ini, BNN melakukan kerjasama dengan berbagai instansi. Baik dengan Kemenkominfo, polisi di cyber crime, dan dengan lembaga sandi negara.

"Dalam penjualan online mereka banyak menggunakan sandi dan kode tertentu. Dengan Kominfo kita bisa ketahui siapa ISP dan IP nya," katanya. (eh)

Via:

Judul: Jual Narkoba Online : Benarkah ada? ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

2 komentar :

Post a Comment