Sunday, March 18, 2012

Mengalahkan Alzheimer dan kepikunan dengan Vitamin B : Professor David Smith Optimis

Mengalahkan Alzheimer dan kepikunan dengan Vitamin B : Professor David Smith Optimis
Pengobatan modern dapat meminimalisir dan mengecoh kematian. Dapat mengganti organ tubuh, minum pil untuk menjaga dari sakit jantung, mengobatai lebih banyak kanker, dan mengontrol kondisi yang dahulunya berbahaya seperti diabetes. Hasilnya adalah peningkatan harapan hidup menjadi 80 tahun, dimana seratus tahun yang lalu hanyalah 52 tahun. Sekarang, jika semua penyakit tidak lagi menghampiri, yang tersisa hanyalah dementia atau kepikunan.

Apa yang terjadi di Inggris adalah 800.000 orang menderita penyakit dan 75 persen diantaranya terkena Alzheimer (AD). Semua mengalami gangguan mental, kehilangan ingatan, gangguan bicara dan gerakan, dan mati.

Obat ALzheimer (AD) yang paling laris di dunia adalah donepezil, di pasarkan sebagai Aricept hingga mendapatkan Patent di Inggris bulan lalu, dan sekarang harganya menjadi 80 persen lebih murah.

Meskipun donepezil meningkatkan fungsi ingatan pasien yang terjangkit gejala AD secara ringan ataupun Mild Cognitive Impairment (MCI) - gangguan pada memori minor yang mungkin akan menjadi gejala awal demensia - pikun - obat ini hanya membantu gejala ketiga atau sepenuhnya penderita AD, sementara yang lainnya tidak mendapatkan manfaat atau malah mendapatkan tambahan berupa efek samping.

Jika obat ini berhasil maka akan meningkatkan kualitas hidup kira-kira satu atau dua tahun. Setelah itu, sejak otak rusak dikarenakan progres penyakit, pasien akan memperlihatkan tanda-tanda penolakan. Itu adalah akibat paling sederhananya, pengobatan ini jadinya digunakan secara meluas karena adalah yang terbaik diantara yang sudah ada. Namun Professor David Smith sebagai penulisa asli artikel ini percaya bahwa jika ingin mengalahkan penyakit mengerikan ini, pedekatan yang lebih luas sangat diperlukan.

Kebodohan yang ada adalah dorongan untuk menemukan "Aricept yang baru". Sementara donepezil sudah memiliki beberapa keberhasilan, lebih dari obat-obatan serupa yang ditemukan.

Masalah mendasar pada penelitian obat Alzheimer adalah hampir seluruhnya didasarkan pada 'hipotesis amyloid', sebuah teori tentang apa yang menyebabkan AD namun kelihatannya semakin tidak valid.

Amyloid adalah protein beracun yang tidak dapat larut tersimpan antara sel-sel saraf otak yang telah terbukti dapat membunuh mereka. Pada tahun 1991, para ilmuwan di London menemukan bahwa gen yang bermutasi di protein pendahulu sebelum menjadi amiloid (beta-amiloid) membentuk genetik AD yang jarang. Sejak itu, perusahaan obat telah mempertimbangkan bahwa memanipulasi amiloid yang terletak di jantung untuk mencegah AD.

Namun hal ini menjadikan semua riset turunan AD berpusat pada hal yang sama. Milyaran Poundsterling dihabiskan, dan setiap percobaan selalu gagal. Sebagian obat malah memunculkan simtom demensia yang buruk.

Penelitian seharusnya bergerak pada intervensi yang ada pada tingkat awal. Hal ini adalah kunci untuk memperlambat atau menghentikan sel ota yang berhubungan dengan AD mati. Sekali sel otak mati dan otak menjadi susut, semuanya sudah jadi sangat terlambat.

Professor David Smith adalah direktur dan pendiri OPTIMA - Oxford Project to Investigate Memory and Ageing, yang mempelajari penyebab kepikunan. Tahun lalu OPTIMA merekrut 270 orang lanjut usia yang mengalami gangguan memori, dan memberi mereka tablet Vitamin B, asam folat 800 mikrogram, B12 500 mikrogram, dan b6 20 miligram.

Suplemen seharga 2 shiling atau ten pee, 10p, 10 pence sterling sehari, ditemukan untuk memperlambat penyusutan otak yang diperkirakan 30 persen setahun, dan memperlambat rata-rata penolakan kognitif - pada orang yang memiliki tingkat kandungan homocysteine yang tinggi di darahnya. Peningkatan level asam amino ini dapat meningkatkan resiko munculnya AD tiga atau empat kali lipat.

Pemberian secara teratur vitamin B pada homocysteine, tim melihat untuk pertama kalinya bahwa hal ini mungkin untuk memperlambat proses perkembangan penyakit, jika di mulai sejak awal. Percobaan yang lebih banyak diperlukan untuk menguji apakah tritmen lanjutan akan mencegah penyakit selamanya, namun vitamin B telah benar-benar memperlihatkan secara klinis lebih baik dibandingkan Aricept - dan lebih baik juga dalam memperlambat perkembangan penyakit dari pada hanya meringankan gejala.

Tidak ada cara untuk mengetahui siapa yang memiliki kecenderungan AD, selain dari formasi keluarga yang tidak mengalami AD.

Namun orang dengan gangguan memori harus selalu mengukur kadar homocysteine dan mulai menggunakan vitamin B, sesuai petunjuk medis. Asupan makan yang normal tidak lagi cukup. 200 cc - satu gelas susu semi skim mengandung 2.5 mikrogram vitamin B12, sementara diharapkan untuk mengkonsumsi 5 mikrogram sehari agar berhasil. Dan peneliti tahu bahwa orang yang memiliki asupan Vitamin B tinggi tidak akan terkena demensia atau pikun, jadi sedikit-sedikit pasti akan sangat membantu.

Penelitian dengan skala yang besar diperlukan untuk melihat apakah nutrisi dan olahraga dapat memperlambat konversi dari gangguan ingatan menjadi penyakit Alzheimer. Peneliti juga perlu untuk mengetahui apakah vitamin B tersebut meningkatkan respon pada obat seperti donepezil.

Langkah OPTIMA selanjutnya adalah uji coba pada 1000 orang yang mengalami MCI atau gangguan kognitif ringan, untuk melihat apakah vitamin B mencegah konversi ke demensia selama dua tahun. Dapakah AD di kalahkan? Professor David Smith optimis.

Diterjemahkan dari tulisan asli Professor David Smith di The 10p-a-day vitamin supplement that tackles dementia: So why is the drug industry spending billions? oleh horizon inspirasi
Judul: Mengalahkan Alzheimer dan kepikunan dengan Vitamin B : Professor David Smith Optimis ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment