Monday, March 26, 2012

Pemuda Tibet Bakar Diri di New Delhi : Demo menuntut Kemerdekaan, meninggal dunia


Demonstran atau Protester Tibet melakukan bakar diri pada demonstrasi saat kunjungan presiden Cina ke India. Jamphel Yeshi akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit New Delhi. Pemuda berumur 27 tahun ini meninggal karena luka bakarnya meliputi 98 persen anggota tubuhnya, pada 28 Maret 2012 (update).

Pemuda ini, Jampa Yeshi, Exil dari Tibet, berlari sejauh 50 meter saat demonstrasi berlangsung dengan api yang membakar tubuhnya.

Kejadian ini terjadi di New Delhi India dekat gedung parlemen India, di samping lokasi podium demo.

Dia terjatuh setelah berlari 50 meter dan seketika para demonstran dan orang-orang yang ada di situ menolongnya. Kemudian dibawa ke rumah sakit New Delhi untuk dirawat, (semoga hidupnya masih bisa terselamatkan).





Aksi dramatis ini dilakukannya untuk memprotes kedatangan presiden China Hu Jintao untuk rapat tingkat atas.

Demo yang dilakukan oleh sekitar 600 orang Tibet ini membawa baner dan poster, berjalan di Kota New Delhi menuju tempat demo yaitu di dekat gedung parlemen India.

Mereka meneriakkan kata-kata pembelaan terhadap Tibet dan ketidaksenangannya atas perlakuan China yang mencaplok dan menganggap bahwa Tibet adalah bagian dari Negara China.

'Tibet is burning'

'Tibet is not part of China'

'Hu Jin Tao is unwelcome' at the summit.

'This is what China faces unless they give freedom to Tibet.'


Negara China tetap mengatakan bahwa Tibet adalah bagian dari China, sementara orang Tibet mengatakan bahwa Wilayah Himalaya sudah merdeka berabad-abad.

Sedikitnya 30 orang Tibet sudah melakukan aksi yang sama, yaitu bakar diri karena tidak mau bergabung dengan China, dan ingin Tibet tetap mandiri seperti dahulu. Video dokumenter ada di bawah ini:







Associated Press on WhoSay


Associated Press on WhoSay


Pemuda Tibet Bakar Diri di New Delhi : Demo menuntut Kemerdekaan
Reviewed by on Mar 26 2012
Rating: 2.5
Judul: Pemuda Tibet Bakar Diri di New Delhi : Demo menuntut Kemerdekaan, meninggal dunia ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment