Monday, March 26, 2012

Rafael, Anak Balita berliur Kristal


Kejadian langka, seorang anak balita di Malang air liurnya bisa berubah menjadi kristal. Mungkin aneh dan tak bisa dijelaskan, dan lebih aneh lagi memang setelah berumur dua tahun kabar ini baru diketahui dan diliput media masa. Mungkinkah ada kejanggalan? Berikut hasil liputan dari media, skrol ke bawah untuk melihat video:
"Saat itu saya sedang menggendong Rafa. Saat melihat Rafa mengeluarkan liur, saya menilai biasa. Begitu air liurnya menggantung di bibirnya bagian bawah, saya baru kaget karena langsung mengeras seperti kristal," ceritanya.

Melihat kejadian tersebut, Leni mengambil liur yang sudah mengerasnya itu, lalu membuangnya. "Saya buang karena liur biasa. Namun beberapa jam kemudian, saya menemukan benda kristal itu tak jauh dari anak saya. Saya kembali membuangnya, khawatir ditelan Rafa," akunya, sembari memegang Rafa.

"Hari itu, liur yang keluar dari mulutnya cukup besar. Hanya butuh waktu beberapa detik saja, air liur itu langsung mengkristal. Bentuknya sama saat pertama kali saya menemukan liur yang sudah mengkristal saat mengantung di bibirnya," katanya.
Melihat ada keanehan yang menimpa anak pertamanya, Leni bersama suaminya mulai resah. "Saat itu, langsung saya bawa ke puskesmas, namun pihak puskesmas tak bisa memutuskan jenis penyakit apa. Hanya kondisi Rafa dinyatakan sehat," katanya.

Untuk dibawa ke rumah sakit di Malang, Leni mengaku masih belum ada biaya. "Saat itu saya sempat curiga anak saya diguna-guna orang. Saya bawa ke orang pintar, ke kiai, katanya tidak apa-apa. Kondisinya sehat-sehat saja," kata perempuan berdarah Banyuwangi itu.

Leni baru mengumpulkan kristal tersebut sejak 17 Februari lalu. Sampai Kamis (15/3/2012) kemarin, Rafa sudah mengeluarkan kristal sebanyak 91 kristal. Dari 91 kristal tersebut, ada 9 biji yang bentuknya besar. Ditambah hari ini menjadi 102 butir kristal. Saat ini kristal-kristal tersebut harus selalu dekat dengan Rafa.
"Kalau diambil anaknya menangis. Makanya saya jaga, khawatir ditelan. Tapi anaknya tak pernah mau nelan. Hanya dipegang saja jadi mainan," kata perempuan yang sehari-harinya menjual bebek goreng di kawasan Jalan Tlogo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu.
Warga Perumnas Tumpang Permai, Blok P11 RT 14 RW 04, Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dihebohkan dengan bayi yang liurnya berubah menjadi kristal. Kejadian tersebut bukan hanya sekali. Setiap kali bayi tersebut mengeluarkan liurnya, seketika langsung mengkristal. Hal demikian terjadi setiap hari.

Saat ini, bayi tersebut sudah mengeluarkan 102 butir kristal bulat yang mirip dengan mutiara. Bayi tersebut bernama Rafael, yang baru berumur satu tahun. Fara, begitu ia disapa, adalah anak dari pasangan Hariadi (38) dan Leni Marliani (35).

Saat ditemui, Jumat (16/3/2012) sore, di rumahnya, sejumlah wartawan melihat sendiri air liur Rafa yang berubah menjadi kristal. Leni menceritakan bahwa kali pertama air liur menjadi kristal terjadi pada 14 Febuari 2012 lalu.


Tim Medis RS Saiful Anwar : Air Liur berbahan Kaca


Kristal yang dikabarkan keluar dari air liur Rafael (1), bayi asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan sebagai batu kaca. Hasil pengujian tim medis menunjukkan kristal tersebut kemungkinan tidak berasal dari organ di dalam tubuh, tapi berasal dari luar diri bayi yang bersangkutan.

Demikian kesimpulan uji medis yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, yang ditangani dokter spesialis anak, Haryudi Aji Cahyono.

Menurut dr Haryudi Aji Cahyono, saat dihubungi Kompas.com, melalui ponselnya, Minggu (25/3/2012), uji medis yang telah dilakukan melalui beberapa macam pengujian. Dari semua hasil pengujian jelasnya, disimpulkan bahwa air liur yang dikatakan berubah jadi kristal itu ternyata murni kaca.

"Hasil uji medis, murni batu kaca. Bukan berasal dari organ manusia," jelas dr Haryudi.

Pengujian pertama lanjutnya, dilakukan di Patologi Klinik RSSA Malang, yang hasilnya menunjukkan bahwa batu tersebut tidak ada kadar kalsiumnya. "Setelah itu dilakukan pengujian melalui mikroskop, yang analisisnya batu tersebut banyak gelembung-gelembung kacanya," katanya.

Selain di Patologi dan mikroskop, juga diuji dengan melakukan pembakaran kristal melalui lilin. "Hasilnya, ternyata, kristal itu tidak bisa meleleh," katanya.

Selanjutnya, kata dr Haryudi, pihaknya juga menanyakan kepada ahli permata di Malang. Ternyata, hasilnya, kristal itu adalah batu kaca.

"Bahkan, saya juga memberikan asam sulfat pekat. Tapi kristal itu tidak juga larut. Makanya, kesimpulan saya kristal itu adalah batu kaca," tegasnya.

Lebih lanjut, dr Haryudi menjelaskan bahwa fenomena batu liur itu memang ada dalam diri manusia. Tapi bisa dibuktikan secara medis.

"Saya tidak bisa menyatakan itu palsu. Tapi hasil uji medis yang saya lakukan, adalah positif batu kaca," tegasnya lagi.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang dr. Subagyo mengatakan kejadian air liur bayi yang mengeras berubah menjadi kristal sesuatu yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

"Hal itu bukan tidak masuk akal. Itu namanya batu liur. Batu liur itu memang ada. Bisa keluar khusus pada kelinjer, dan bisa mengkristal. Itu sangat memungkinkan. Tapi jarang terjadi," jelasnya ketika dihubungi Kompas.com.
Video, Rafael anak Balita yang air liurnya berubah menjadi Kristal:


Sumber:
Wow, Air Liur Bayi Ini Berubah Jadi Kristal
Kristal dari Air Liur Berbahan Kaca
Bayi Berliur Kristal Bisa Dibuktikan secara Ilmiah
Aneh, Air Liur Balita Berubah Menjadi Kristal
Rafael, Anak Balita berliur Kristal
Reviewed by on Mar 25 2012
Rating: 2.5
Judul: Rafael, Anak Balita berliur Kristal ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment