Tuesday, March 20, 2012

Serangan tomcat atau kumbang beracun : tips aman


Serangan kumbang tomcat alias rove beetle semakin meluas. Setelah menyerbu Apartemen Pakuwon City dan mengganggu pelajar SD Al- Muttaqien Jl Memet S Kenjeran, serangga ini, Senin (19/3/2012), sudah merambah 14 lokasi di 9 kecamatan di Surabaya.

Kasi Pertanian Dinas Pertanian (Distan) Surabaya, Bagas Swadaya Aji menjelaskan, tomcat banyak berkeliaran di pemukiman penduduk dekat sawah. ”Sampai Minggu (18/3/2012), ada 14 lokasi yang dirambah serangga ini,” ujarnya, Senin (19/3/2012).

Lokasi serangan TomCat:
1. Apartemen Pakuwon City,
2. SD Al-Muttaqien,
3. Jl Plemahan Besar,
4. Jl Dukuh Kupang 10,
5. Jl Simorejo Timur,
6. Asrama Mahasiswa Unair Kampus C Mulyorejo,
7. Jl Manyar Indah.

Kecamatan yang paling banyak diserang :
1. Kecamatan Mulyorejo (ada lima lokasi),
2. Kecamatan Sukolilo (dua lokasi),
3. Kecamatan Tegalsari,
4. Kecamatan Sawahan,
5. Kecamatan Jambangan,
6. Kecamatan Rungkut,
7. Kecamatan Bulak,
8. Kecamatan Sukomanunggal, dan
9. Kecamatan Gunung Anyar.

”Kami sudah menjadwalkan penyemprotan pestisida nabati ke lokasi-lokasi itu,” tandas Bagas Swadaya Aji.

Untuk pestisida nabati, pihaknya menggunakan formulasi daun mimba (Azadirachta indica juss) yang dicampur dengan daun serai dan jahe dengan perbandingan 1:1:1 lalu diblender. Setelah itu lalu dicampur dengan 10 liter air. Setelah didiamkan selama dua hari, air perasan itu dipakai sebagai pestisida nabati.

Penyemprotan dengan pestisida nabati itu dilakukan agar tak meracuni warga. ”Penyemprotan ini cukup efektif untuk membasmi tomcat,” paparnya.

Menurut Bagas, tomcat banyak keluar pada malam hari. Ia akan memburu cahaya. Karenanya, warga di kawasan yang diserang sebaiknya mematikan lampu teras. Sprei atau pakaian yang ditempeli serangga ini harus dicuci. “Serangga ini tak menyengat atau menggigit. Dia cukup mengeluarkan cairan beracun dari tubuhnya dan itu yang berbahaya,”

Serangan Tomcat di Jawa Timur sudah sejak tahun 2004

Di Jawa Timur serangan serangga beracun itu merupakan yang ke-enam kali pada daerah yang berbeda selama sembilan tahun terakhir.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat, pada 2004, serangan tomcat terjadi di Kabupaten Tulungagung. Bahkan pemerintah setempat menyatakannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). "Saat itu korban serangan tomcat tercatat sebanyak 260 orang, warga perumahan yang lokasinya di kelilingi kebun tanaman tebu, mereka menderita gatal-gatal di beberapa bagian tubuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Budi Rahayu, Selasa (20/3/2012).

Di tahun yang sama, hal serupa juga menyerang 60 orang di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Para korban berada di pemukiman sekitar lahan tanaman padi dan jagung. Empat tahun kemudian tepatnya pada 2008, sebuah rumah susun di Kabupaten Gresik menjadi sasaran serangan tomcat. "Saat itu, jumlah penghuni rusun yang menderita gatal-gatal mencapai 50 orang," tambahnya.

Untuk di Surabaya, menurut catatan pihaknya, adalah yang ke-tiga kalinya. Serangan sebelumnya terjadi pada 2009 dan 2010, dengan total korban sekitar 20 orang. Lokasinya juga hampir sama seperti yang terjadi tahun ini, yakni di kawasan pesisir yang banyak ditumbuhi semak belukar dan pertambakan, tepatnya di Kecamatan Kenjeran.

Dikutip dari Wellness, tubuh kumbang berukuran 7-8 mm, yang juga dikenal sebagai semut kanai atau semut kayap ini, mengandung toksin paederin. Di masa lalu, racun yang menyebabkan luka bakar pada kulit manusia ini digunakan untuk membakar kutil.
Konsentrasi racun Tomcat 12 kali lebih tinggi daripada racun kobra. Racun ini bahkan bisa bertahan delapan tahun setelah serangga mati.

Kumbang ini sangat suka dengan cahaya di malam hari, sehingga banyak yang menjadi korban adalah pengendara motor, atau mereka yang berada dalam rumah dengan cahaya terang atau sedang berkemah di dekat hutan.

Umumnya, serangan Tomcat terjadi sepanjang tahun namun mencapai puncak pada Juli-September yang memiliki kelembapan iklim.

Tips ketika diserang tomcat atau ulat bulu:

Cara untuk terhindar dari infeksi toksin hewan itu pun sangat mudah. Berikut adalah tips dari Alex Siajaya, Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kota Surabaya:

  1. Jangan ditepuk
    Bila ada tomcat yang hinggap di tubuh, jangan sesekali mencoba mengusir dengan menepuknya. Pasalnya, jika itu dilakukan, tomcat akan mengeluarkan racun.
  2. Goyangkan tubuh
    Untuk menjatuhkan tomcat, cukup menggoyangkan bagian badan hingga serangga itu terjatuh. Kemudian barulah menginjaknya hingga mati menggunakan alas kaki. Dengan begitu tomcat tidak akan mengeluarkan toksin-nya.
  3. Bersihkan sisa tomcat
    Setelah berhasil dimatikan dengan diinjak, seseorang harus langsung membersihkan noda yang ada di lantai, agar toksin yang ada tidak tersentuh.
  4. Luka basah jangan kena sinar matahari
    Jika seseorang sudah terlanjur terkena infeksi sehingga menyebabkan luka, jangan sampai luka yang masih basah terkena sinar matahari. Hal ini dapat menyebabkan bekas hitam dari luka sulit dihilangkan. 
  5. Bilas dengan air dan sabun
    Bila terlanjur kena toksin, segera membilasnya dengan air serta sabun. Baru kemudian gunakan salep anti gatal.
  6. Salep
    Untuk salep yang direkomendasikan adalah salep Acyclovir 5 persen yang bisa didapatkan di toko obat atau apotek terdekat.

Tips dari Kementrian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah tips sebagai berikut untuk menghindari dan mengatasi gangguan akibat serangga beracun tersebut:

  1. Jika menemukan serangga ini sebaiknya jangan dipencet agar racun tidak mengenai kulit dan sebaiknya masukkan ke plastik dengan hati-hati lalu buang ke tempat yang aman.
  2. Hindari kontak dengan kumbang ini pada kulit terbuka.
  3. Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang masuk.
  4. Sebaiknya tidur menggunakan kelambu jika daerah sedang banyak serangga jenis ini.
  5. Bila serangga banyak lampu sebaiknya diberi jaring pelindung agar kumbang tak jatuh ke manusia.
  6. Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit.
  7. Bila kumbang ini berada di kulit segera singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang dengan hati-hati.
  8. Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur, bila menemui kumbang itu segera matikan dengan menyemprotkan racun serangga kemudian singkirkan tanpa menyentuhnya.
  9. Segera bersihkan kulit yang bersentuhan dengan serangga dengan air mengalir dan sabun.
  10. Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.
  11. Kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin, bila sudah timbul lesi seperti luka bakar.
  12. Bila gangguan masih berlanjut, segera pergi ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lain


Via :

Judul: Serangan tomcat atau kumbang beracun : tips aman ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment