Wednesday, August 8, 2012

Situs Cahokia, Black Drink dan Cangkir Pertama di dunia



Ada minuman yang lebih hitam dan kental dari kopi. Disebut para ahli sebagai 'black drink' enam kali lebih hitam dari kopi. Minuman ini dibuat dari pangangan daun suci dan batangnya. Minuman ini sepertinya nikmat seperti kopi khas bogor.

Minuman ini mungkin sejenis jamu. Dibuat oleh orang Amerika Asli (Indian) yaitu teh primitif yang dibuat pada lebih dari seribuan tahun lampau, menurut para ahli.

Pemukiman di Cahokia, sebelum datangnya Columbus ke Amerika di dekat sungai Missouri dan Missisipi yang bertemu di Illionis, penduduknya meminum 'Black Drink' menggunakan wadah atau cangkir dari keramik.

Minuman yang lebih kental dari kopi ini dibuat dari daun-daunan bersama batangnya yang kecil-kecil. Mungkin minuman ini dibuat untuk upacara tertentu sebagaimana yang dilakukan orang-orang saat ini. Penelitian menemukan residu yang tersisa pada mug tersebut adalah asam teobromin, kafein, dan ursolat yang menandai adanya jenis ilex.


Peneliti menemukan sebuah tempat minuman untuk yang ada pegangganyan di satu sisi, sebuah cekungan di sisi lainnya dengan simbol-simbol air dan misteri dunia yang diperkirakan dibuat pada 1020 hingga 1250 tahun sebelum masehi.

Dr. Thomas Emerson, direktur Illionis State Archaelogical Survey mengatakan bahwa penemuan ini membawa pada spektrum yang lebih luas tentang religi dan penampilan simbol di Cahokia yang dapat memprediksikan apa yang ada di masa lampau.

Sementara diketahui tumbuhan suci tersebut adanya sangat jauh di Gulf Coast dan penemuan ini mengingatkan penggunaan minuman ini di Amerika Utara selama hampir 500 tahun. Dan diketahui bahwa orang-orang Indian dapat memiliki itu dari perdagangan.

Cahokia diperkirakan adalah sebuah kota dengan penduduk sekitar 100.000 jiwa, sebuah pemukiman yang besar dalam sejarah Amerika Utara, utamanya Meksiko bagian Utara.

Profesor Patricia Crown, seorang ahli antropolgi di Universitas New Mexico dan koleganya terinspirasi dari analisis awal yang menyebutkan bahwa orang Indian hidup di Chaco Canyon, New Mexico pada tahun 1100 - 1125 sebelum masehi sudah mengkonsumsi coklat cair dengan cangkir keramik yang spesial. Koleksi-koleksi benda antik tersebut ditemukan di dua sisi sungai Missisipi.

Cahokia berada pada ketinggian 100 kaki dengan panjang 1000 kaki dan lebar 800 kaki. Situs Cahokia dikenal sebagai situs yang sakral dan dipercaya orang Indian sebagai tempat yang memiliki energi psikis.

Situs Gundukan Tanah Cahokia menjadi situs bersejarah yang menjadi National Historic Landmark pada tahun 1964 dan menjadi Situs Peninggalan bersejarah Dunia pada tahun 1982.

Berikut kutipan aslinya dari dailymail:

Dr Emerson said the Cahokian mound builders spawned other short-lived settlements as far away as Wisconsin.

Greater Cahokia seems to have been a crossroads of people and cultural influences.
He said: 'I would argue it was the first pan-Indian city in North America because there are both widespread contacts and emigrants.

'The evidence from artifacts indicates people from a broad region - what is now the Midwest and southeast US - were in contact with Cahokia.

'This is a level of population density, a level of political organisation that has not been seen before in North America.'

How this early experiment in urban living held together for as long as it did has remained a mystery.

Dr Emerson said: 'People have said, well, how would you integrate this? One of the obvious ways is through religion.'

Europeans were the first to record the use of what they called 'the black drink' by Native American men in the southeast.

This drink, a dark tea made from the roasted leaves of the Yaupon holly (ilex vomitoria) contains caffeine.

Different groups used the black drink for different purposes but for many it was a key component of a purification ritual before battle or other important events.

Its high caffeine content - as much as six times that of strong coffee by some estimates - induced sweating.

Quick consumption of large quantities of the hot drink allowed men to vomit - an important part of the purification ritual.

At the same time the black drink was in use at Cahokia, a series of sophisticated figurines representing agricultural fertility, the underworld and life-renewal were carved from local pipestone.

Most of these figures were associated with temple sites.

Dr Emerson said: 'We postulate this new pattern of agricultural religious symbolism is tied to the rise of Cahokia - and now we have black drink to wash it down with.'
The beakers described in Proceedings of the National Academy of Sciences were collected at ritual sites in and around Cahokia.

The sprawling city, the most sophisticated Native civilisation north of Mexico, was inhabited from 700 to 1400 and known for its large, man-made earthen structures and at its peak covered nearly six square miles.

A total of 68 earthe mounds are preserved within the site with the largest central one called Monks Mound.

At 1,000 feet long, 800 feet wide and 100 feet tall, an estimated 22 million cubic feet of earth was used to build it.

It was vacated almost a hundred years before Christopher Columbus discovered North America in 1492 and theories for the reason include climate changes, war, disease and drought.

The site is still thought to be sacred and Native Americans believe it is a source of powerful psychic energy.

The Cahokia Mounds State Historic Site was designated a National Historic Landmark in 1964 and as a World Heritage Site in 1982.

Via Daily Mail




Judul: Situs Cahokia, Black Drink dan Cangkir Pertama di dunia ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment