Friday, February 24, 2012

Dominique Strauss-Kahn, Yahudi, IMF dan Pemerkosa

Dominique Strauss-Kahn

Dominique Strauss-Kahn atau dikenal "DSK" (lahir di Neuilly-sur-Seine, Paris, Perancis, 25 April 1949; umur 62 tahun) adalah ekonom, pengacara, dan politikus asal Perancis serta anggota Partai Sosialis.

Ia berasal dari etnis Yahudi Sephardic dan Ashkenazic. Periode 1951-1960, dia tinggal di Agadir, Maroko. Setelah terjadi gempa bumi di Maroko, ia pindah ke Monako pada tahun 1960 kembali ke Paris dan masuk SMA hingga meraih gelar Ph.D dalam ilmu ekonomi dan hukum dari Universitas Paris X (Nanterre).

Selain bergabung dengan Persatuan Pelajar Komunis, dia juga bergabung dengan Pusat Studi dan Riset Pendidikan Sosialis (CERES). Periode 1977-1982, ia mengajar mikroekonomi dan makroekonomi di University of Nancy-II (1977-1980), Ecole nationale d'administration (ENA), dan meraih gelar guru besar ekonomi di Sciences-Po.

Ia mendapatkan gelar Doktor di bidang Ekonomi dari Universitas Paris dan kemudian bekerja sebagai asisten profesor di universitas tersebut.[1] Pada tahun 1978, Universitas Paris menjadikannya Professor dengan tenure.[1]
 

Pada 2008, dia ditegur 24 direktur eksekutif (dewan kehormatan) IMF karena ketahuan berselingkuh dengan pegawai IMF. Pada 15 Mei 2011, dia ditangkap di New York dengan tuduhan mencoba memerkosa pembersih kamar hotel. 

Dari kamar hotel mewah seharga Rp 25 juta per malam, dia diharuskan pindah menginap ke sebuah sel sempit di penjara Pulau Rikers. Pada 16 Mei 2011, jaksa pengadilan menolak permohonan pengacaranya, Ben Brafman agar kliennya ditahan di luar penjara dengan membayar jaminan sebesar 1 juta dollar AS. 

Ia ditahan setelah hakim pengadilan Kota New York, Melissa C Jackson menolak permohonan bebas dengan jaminan yang disodorkan tim kuasa hukumnya. Tim kuasa hukum yang juga menawarkan agar pengadilan menahan semua dokumen kliennya juga ditolak. 

Mantan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn (DSK) Dibebaskan dari Penjara

Mantan Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn (DSK) terus terseret skandal seksual, setelah tudingan pemerkosaan yang menyebabkan ia kehilangan jabatannya itu.

Polisi membebaskan DSK setelah ditahan untuk dimintai keterangannya selama dua hari terakhir, terkait jaringan prostitusi di Prancis.

Politisi Prancis yang pupus harapannya untuk menjadi capres ini ke depannya akan terus menghadapi proses hukum.

Kepolisian Perancis telah membebaskan mantan pimpinan Dana Moneter Internasional Dominique Strauss-Kahn setelah dua hari diinterogasi terkait dengan jaringan prostitusi.

Hari Rabu, menurut AFP Strauss-Kahn dengan cepat dibawa pergi dengan sedan yang jendelanya digelapi, dari kantor polisi di kota Lille, Perancis utara.

Polisi mengatakan nama Strauss Kahn muncul dalam penyelidikan mereka mengenai komplotan germo pelacur di hotel-hotel di Lille dan Paris, yang juga memberi indikasi keterlibatan seorang pejabat kepolisian. Para penyelidik sedang berusaha menentukan apakah Strauss-Kahn mengetahui bahwa perempuan yang menghiburnya di hotel-hotel dan restoran di Paris dan Washington DC adalah pelacur.

Pengacara Strauss-Kahn mengatakan ia mengaku berhubungan tidak senonoh dengan perempuan-perempuan itu, tetapi mengatakan ia tidak tahu mereka pelacur.

Dua orang pengusaha yang mempunyai hubungan dengan Strauss-Kahn yang berusia 62 tahun itu dituduh mengelola komplotan germo dan menyalah-gunakan dana. Kejaksaan sedang berusaha untuk menentukan apakah pelacur itu dibayar dengan uang yang dikorupsikan dari perusahaan.

Membayar pelacur tidak melanggar hukum di Perancis. Namun, penggunaan dana yang dikorupsikan dapat dikenakan dakwaan.

Strauss Kahn dapat mengetahui bulan depan apakah hakim akan dengan resmi mendakwanya dalam kasus itu.

Strauss Kahn meletakkan jabatan dari IMF bulan Mei lalu setelah ia dikenakan tuduhan memerkosa seorang pelayan hotel di sebuah hotel mewah di New York. Kejaksaan Amerika membatalkan kasus itu beberapa bulan kemudian setelah menyimpulkan kesaksian pelayan hotel itu tidak dapat dipercaya.

Strauss Kahn masih dapat dikenakan gugatan perdata oleh pelayan hotel tadi di Amerika Serikat.

Para pengamat politik mengatakan kasus Strauss Kahn di New York itu telah menggagalkan usahanya untuk menjadi calon presiden di Perancis tahun ini.
Ia baru menjalani sidang dengar pendapat pada awal pekan ini, yang pertama kalinya sejak ia dituding memperkosa seorang karyawan hotel di New York City, AS, 15 Maret 2011.

Bulan depan, proses hukum terhadap pria ini akan mulai dijalankan. Ia harus datang lagi ke pengadilan pada 28 Maret mendatang, atas dakwaan terlibat jaringan prostitusi dan melakukan korupsi.
Judul: Dominique Strauss-Kahn, Yahudi, IMF dan Pemerkosa ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment