Friday, June 22, 2012

Riset Melupakan Peristiwa penyebab Stress



Seseorang dapat dilatih untuk melupakan kenangan buruk, hal ini terungkap menurut penelitian baru yang bisa menjadi terobosan dalam pengobatan pada gangguan stress pasca trauma (post-traumatic stress disorder).

Sebuah hasil studi yang diterbitkan bulan ini oleh psikolog Universitas St Andrews mengungkapkan bahwa individu dapat diajarkan untuk melupakan perasaan yang berhubungan dengan kenangan emosional.

Temuan penting ini akan menawarkan potensi baru untuk pengobatan orang yang menderita gangguan emosional seperti depresi dan gangguan stress pasca trauma.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun orang tersebut masih bisa akurat mengingat penyebab peristiwa trauma, mereka dapat dilatih untuk melupakan tentang konsekuensi dan makna pribadi yang terkait dengan memori atau ingatan tersebut.

Riset ini dilakukan oleh peneliti Dr Saima Noreen dan Profesor Malcolm MacLeod dari University’s School of Psychology.

Periset utama Dr Noreen mengatakan, "Kemampuan untuk mengingat dan menginterpretasikan peristiwa emosional secara pribadi dari masa lalu kita membentuk fondasi dasar tentang siapa kita sebagai individu.

"Temuan baru ini menunjukkan bahwa individu dapat dilatih untuk tidak berpikir tentang kenangan yang memiliki relevansi dan signifikansi pribadi kepada mereka dan memberikan bukti paling langsung sampai saat ini bahwa kita memiliki semacam kendali atas memori kehidupan kita sendiri."

Dalam penelitian ini melibatkan peserta yang menghasilkan kenangan emosional untuk menanggapi kata-kata isyarat pada umumnya, seperti teater, barbeque, satwa liar dan sebagainya.

"Temuan ini memberikan bukti paling langsung sampai saat ini bahwa kita memiliki semacam kendali atas memori otobiografi '

Peserta diminta untuk mengingat penyebab kejadian, konsekuensi dari peristiwa dan makna pribadi mereka berasal dari kejadian yang dialaminya tersebut.

Subyek kemudian diminta untuk memberikan satu kata yang bersifat sangat personal yang akan mengingatkan kenangan mereka.

Dalam sesi selanjutnya, peserta menunjukkan isyarat dan pasangan kata pribadi dan diminta untuk mengingat semua baik tentang memori yang terkait dengan pasangan kata atau untuk tidak berpikir tentang memori yang terkait.

Menariknya, hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa ingatan tentang episode kejadian dalam otobiografinya seluruhnya tidak terlupakan, namun rincian yang terkait dengan memori itu hilang.

Secara khusus, individu bisa mengingat apa yang menyebabkan peristiwa itu, tetapi mampu melupakan apa yang terjadi dan bagaimana membuat mereka merasa stress.

Co-penulis Profesor MacLeod mengatakan: "Kemampuan untuk terlibat dalam bermacam intensi untuk melupakan mungkin penting untuk membangun kemampuan kita untuk menjaga gambar yang koheren tentang siapa kita dan seperti apakah kita."

Penelitian, yang didanai oleh Akademi Inggris, diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory and Cognitive.

Riset Melupakan Peristiwa penyebab Stress
Ditulis oleh: Horizon Inspirasi pada 22 Juni 2012
Rating: 4.5
Judul: Riset Melupakan Peristiwa penyebab Stress ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

1 komentar :

Post a Comment