Sunday, February 19, 2012

Pertimbangan sebelum memilih investasi emas

emas batangan - logam mulia
Emas saat ini menjadi satu-satunya alternatif bisnis yang aman di tengah krisis global. Maka dari itu perlu pertimbangan matang sebelum memilih investasi emas. Indeks saham yang bergejolak naik-turun tak karuan dan harga properti yang cenderung turun, membuat investasi  rawan rugi. Rekaman posting vivanews sangat menarik untuk ini: "Karena itu saya lihat pilihan investasi tinggal emas saja," kata analis komoditas emas Mulyadi Tjung dalam perbincangan kepada VIVAnews.com, Kamis 23 September 2011.






Beberapa pertimbangan sebelum memilih investasi emas ada di bawah ini. Investasi emas disaat krisis merupakan salah satu pilihan yang baik sebagai lindung nilai harta Anda. Harga emas yang relatif stabil menjadikannya investasi yang paling aman dibandingkan komoditi lainnya. Tapi investasi pada emas lebih ditujukan dengan membeli emas batangan / logam mulia 24 karat, bukan emas perhiasan karena emas perhiasan biasanya 22 karat dan ada ongkos pembuatannya.

Salah satu pertimbangan memilih emas sebagai investasi adalah melihat indeks saham di Jakarta yang selalu terkoreksi lebih dari 195 poin atau sekitar 5,2 persen, setelah tertekan ekonomi global yang terus memburuk. Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat yang mengatakan prospek ekonomi negaranya makin suram telah memberikan sentimen negatif pasar.

Di saat yang sama, menguatnya nilai tukar dolar AS justru membuat harga emas turun, setelah  sempat naik hingga 1 persen. "Saat ini investor masih bingung menebak pasar mau bergerak ke arah mana, tapi investasi paling aman ada di emas," katanya. "Meski sedikit turun, emas masih bisa menjadi alternatif investasi yang aman.". Dollar dan emas patut dipertimbangkan untuk pilihan berinvestasi. Berikut pertimbangan untuk memilih investasi dengan emas, tentang kekurangan dan kelebihan dari emas:

Kelebihan Investasi Emas
  1. Nilai emas cenderung stabil dari tahun ke tahun dan dianggap tidak terpengaruh oleh inflasi / zero inflation effect, dan sangat jarang harga emas turun, dan emas juga bisa digunakan untuk koleksi dan sebagai perhiasan.
  2. Investasi dalam Emas bagus juga sebagai cara untk mendiversifikasi harta. Anda bisa saja berinvestasi di saham, reksadana, properti, obligasi ORI atau yang lainnya dan investasi di emas bisa menjadi alternatif yang bagus, terlebih dalam kondisi tidak stabil, emas bisa sebagai alat untuk lindung nilai. Harga emas cenderung stabil juga dikarenakan komoditi emas di dunia tidak bisa bertambah.
  3. Salah satu keuntungan lainnya adalah harga emas juga dipatok dalam US dollar, jadi bila terjadi peningkatan nilai US dollar, Anda bisa memperoleh dua keuntungan langsung yaitu dari kenaikan dollar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri. Tapi kondisinya pun bisa sama, bila harga emas sedang turun. Tapi untuk jangka panjang harga emas cenderung stabil dan naik.
  4. Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan. Di Indonesia, money changer relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu. Akibatnya, menyimpan mata uang USD harus selalu diperbarui. Berbeda dengan emas yang bisa dibeli dan didiamkan saja beberapa lama.
Kekurangan Investasi Emas
  1. Kekurangan investasi dalam emas adalah pada faktor penyimpanan / storage dan perawatan / handling. Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal.  Selain itu, apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, Anda cenderung harus lebih hati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan dan penyimpanan.
  2. Salah satu kekurangan lain adalah return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Juga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang). Jadi, berdasar kelebihan dan kekurangan tersebut, menurut saya emas cenderung lebih tepat untuk lindung nilai /hedging dari pada investasi.
  3. Apabila anda ingin berinvestasi ada baiknya untuk memilih emas batangan atau emas koin (koin dinar), jika hanya untuk dipakai tentunya pilihlah dalam bentuk perhiasan yang anda sukai.
Beberapa tips pemilihan emas:
  1. Update Kurs Emas Update kurs emas bisa anda dapatkan setiap hari, pada pukul 09.30 atau anda bisa menghubungi langsung ke PT Antam, Tbk.
  2. Perhatikan Dua Faktor Penentu yaitu faktor harga emas dunia dan faktor kurs rupiah terhadap dolar. Oleh karena itu disarankan untuk selalu meng-update setiap saat, informasi dua faktor tersebut.
  3. Perhatikan Keaslian Emas Keaslian emas dapat mengacu pada sertifikat yang diperoleh pada saat transaksi emas batangan (lempengan). Dimana sertifikat itu harus dikeluarkan oleh PT Antam, Tbk. (khusus Indonesia) yang berstandar internasional dan telah diakui oleh London Bullion Market Association (LBMA). Sertifikat asli memiliki nomor seri yang juga terdapat pada lempengan emas, dan ukuran 5 x 6 cm. Sedangkan untuk memastikan keaslian emas lempengan, anda dapat melihat logo LM berbentuk segi lima yang tertera, serta terdapat tulisan Fine Gold .9999, dan apabila nilai emas lebih dari 5 gram disertai nomor seri pada lempengan (yang biasanya diawali dengan dua karakter huruf dan tiga digit angka).
  4. Pastikan Kadar Kemurnian Emas, sesuai dengan Standar Internasional Emas 24 Karat (emas murni) berkomposisi 99.99% emas, Emas 22 Karat berkomposisi 91.7% emas dan 8.3% campuran bahan lain (perak), Emas 20 Karat berkomposisi 83.3% emas, Emas 18 Karat berkomposisi 75.0% emas, Emas 16 Karat berkomposisi 66.6% emas, Emas 14 Karat berkomposisi 58.5% emas, dan Emas 9 Karat berkomposisi 37.5% emas.
  5. Biaya Produksi Biaya produksi yang dikenakan berkisar antara Rp 33.500,- sampai dengan Rp 102.000,-/keping emas.
  6. Simpan Bukti Pembelian dan Bukti Keaslian Emas Hal ini adalah sebagai bukti keaslian bilamana anda menjual emas kembali ke tempat Anda membelinya, karena tentu akan lebih mudah dan tidak ada banya pertanyaan seputar emasnya.
Analis komoditas emas, Mulyadi Tjung, memberi tips secara khusus bagi pembaca VIVAnews.com yang akan membeli emas dalam menghadapi situasi harga yang fluktuatif ini.

"Karena harga sangat tinggi, fluktuasi dua persen saja telah menyebabkan harga berubah besar," kata Mulyadi ketika berbincang dengan VIVAnews.com.

Harga emas ini, lanjut Mulyadi, dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi global dan nilai tukar dolar Amerika. "Jika ekonomi global membaik, harga emas justru akan turun. Semakin tidak menentu kondisi ekonomi, semakin tinggi harga emas," ungkapnya.

Jika terjadi fluktuasi seperti ini, Mulyadi menyarankan para investor emas, baik pemula maupun lama, sebaiknya menahan diri agar tidak menjual maupun membeli emas.

"Sebaiknya tahan saja, buat jangka panjang. Tidak usah ikuti harga harian," kata dia. "Kalau baru mulai berinvestasi, gunakan uang sebagian, agar kalau harganya turun bisa beli lagi," tutur Mulyadi.

Harga emas itu, Mulyadi melanjutkan, trennya selalu naik, sehingga jika ingin berinvestasi emas harus dilakukan sekarang. "Kalau tidak masuk sekarang nanti 'tertinggal kereta', tapi kalau masuk kekuatan penuh, saat harga turun tak bisa beli lagi," tuturnya.

Pilihan investasi antara emas batangan dan perhiasan, Mulyadi menegaskan, lebih baik berinvestasi emas batangan, karena jika perhiasan kadarnya tidak 99,99 persen dan perhiasan juga dikenai biaya pembuatan.

"Investasinya, harga turun beli, pas naik jual, semudah itu," ungkapnya.

Sementara itu, cara penyimpanan emas batangan itu, lanjut Mulyadi, lebih baik tidak di rumah, tetapi di safety box. "Jangan juga digadaikan, kalau biaya gadai kan ada biaya simpan," kata Mulyadi. Begitulah beberapa pertimbangan sebelum memilih investasi dengan emas, selamat berinvestasi.

[ via vivanews ]
Judul: Pertimbangan sebelum memilih investasi emas ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment