Sunday, March 25, 2012

Menjelang Drama Demo Tolak Kenaikan harga BBM

Demomstrasi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM


Demo besar-besaran menolak kenaikan harga BBM akan di adakan mahasiswa pada tanggal 27 - 30 Maret 2012. Demo ini akan berpusat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Gedung tempat para wakil warganegara Indonesia berkantor dan beraktifitas menelorkan kebijakan bagi bangsanya. Menurut informasi yang beredar dan sudah disebarluaskan.

Sebagaimana diketahui Pemerintah akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak - BBM - pada tanggal 1 April 2012, jelas hal ini menuai banyak pro dan kontra. Dalam hal ini sepertinya mahasiswa akan bersikap kontra dengan mengadakan demo perlawanan hingga pengumuman resmi pemerintah. Ada yang menarik dari hal ini? tentu saja sebagai masyarakat, mahasiswa bolehlah menyampaikan atau menyuarakan apa yang dirasakan dan dipikirkan berdasarkan analisanya untuk memberikan perlawanan agar pengumuman kenaikan harga BBM pada 1 April tidak jadi diumumkan.

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Koordinator Pusat BEM SI, Tantri :
“Kita akan turun minggu depan antara tanggal 27-30 Maret. Sekitar seribuan dari BEM berbagai wilayah. Kita akan mengawal terus, kita lihat dinamika dilapangannya seperti apa nanti,”

“Hari Rabu-Kamis menggelar aksi demo dari BEM se-Jabodetabek dan BEM perwakilan wilayah Indonesia. Demo kita pusatkan di DPR,”
Karena memang seharusnya DPR/MPR adalah milik publik maka agenda pun diketahui warga masyarakat, sebagaimana info bahwa sudah direncanakan pada hari Selasa (27/3) akan ada rapat paripurna di DPR yang salah satu agendanya merencanakan kenaikan harga BBM. Pada saat itulah sepertinya mahasiswa akan berdemo besar-besaran. Kita semua hanya berharap agar tidak terjadi anarkisme, kekisruhan dan hal-hal yang tidak mengenakan hati, semoga, amin.

Sementara itu di Makassar, aparat Polrestabes Makassar menahan 6 tersangka kasus pembakaran, penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi menolah kenaikan harga BBM di depan kampus Unhas - Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.

Sebagaimana di tulis di Kompas.com bahwa Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Komisaris Besar, Erwin Riwanto, Sabtu (24/3/2012), mengatakan tiga dari enam yang ditahan adalah mahasiswa Unhas. Mereka berinisial NR, MY dan Z. Tiga tersangka lainnya, kata Erwin, adalah warga luar kampus berinisial AK, M dan A.

'Tiga mahasiswa ditahan, sedangkan tiga tersangka lain yang masih di bawah umur diserahkan ke Polsek Tamalanrea untuk diproses,'' Komisaris Besar, Erwin Riwanto

Selain mahasiswa sebenarnya banyak juga yang bersikap kontra atau minimalnya sangat tidak senang dengan rencana keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM antara Rp 500 - Rp 1.500 dengan banyak alasan, selain sangat menyayangkan jika terjadi demo besar dan bentrok yang selalu mewarnai demonstrasi.

Beberapa yang kritis dengan rencana kenaikan BBM ini seperti:


  1. Anggota Komisi VII DPR RI Dewi Aryani :

    "Drama soal BBM bisa terbaca jelas arahnya. Semua dibuat menjadi tidak jelas dan tidak transparan. Harga minyak dunia fluktuatif sudah dari zaman dulu, kenapa baru sekarang membahas?" papar Dewi. 
  2. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Susatyo :

    "Saya menolak kenaikan harga BBM. Karena pemerintah hanya mencari-cari alasan. Apalagi dengan BLSM, pencitraan pemerintah," tegasnya, dalam rapat bahasan subsidi BBM dan listrik di Ruang Banggar bersama Menkeu Agus Martowardojo, Menteri ESDM Jero Wacik, dirut Pertamina dan PLN, Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

    "Saya menilai kenaikan BBM, ongkosnya jauh lebih berat daripada tidak menaikkannya," tandasnya.

    Anggota Komisi XI DPR RI Sadar Subagyo :“Saya kira, sistem hedging ini baik diterapkan. Dengan hedging, pemerintah tidak harus mengubah APBN lagi jika harga minyak naik. Meksiko pernah melakukan hedging,”

    “Bila negara tidak dapat melakukan hedging, maka Pertamina dapat melakukannya,”

    "Toh, negara-negara lain juga menurunkan pertumbuhan secara signifikan. Untuk lifting minyak, pemerintah harus segera mengamandemen UU Migas, serta memberikan insentif dan disinsentif kepada para pelaku migas,"  
  3. Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Sulawesi Selatan mengirim surat kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM):

    "Staf sekwan sudah kirim melalu fax kemarin, formatnya adalah menolak secara kelembagaan. Penolakan tersebut juga sebagai aspirasi dari 45 komponen demonstran yang mendatangi DPRD Sulsel akhir-akhir ini," kata Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andi Akmal Pasluddin kepada Tribun Timur via telepon selulernya, Makassar, Jumat (23/3/2012).
     
  4. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan tidak perlu pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebab, harga BBM tidak perlu disesuaikan dengan harga pasar.

    "Soal itu (penggulingan pemerintahan), serahkan ke partai politik," katanya, seusai acara pengajian umum yang digelar Muhammadiyah Cirebon di Islamic Center Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jumat (23/3/2012).
     
  5. Ratna Sarumpaet Crisis Center :

    "Mereka bertugas melakukan pembelaan, pendampingan dan perlawanan hukum atas represifitas yang dialami aktivis gerakan mahasiswa dan rakyat. Untuk itu kami menyiapkan 200 advokat muda ini," ujar Sarumpaet saat di kantor LBH, Jakarta, Jum'at (23/3/2012).
     
  6. Partai Hanura:

    "Hanura masih tetap pada apa yang pernah disampaikan ketua umum kami, menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM," kata Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/3/2012).

    Menurut Saleh, pemerintah dapat melakukan renegoisasi kembali penjualan gas ke Cina, yang harganya sangat rendah, serta melakukan efisiensi impor minyak yang banyak bocor.

    "Tanpa menghilangkan subsidi BBM, dana bisa didapat sekitar Rp 40 triliun, kalau tiga hal itu bisa dilakukan pemerintah," ujar Saleh.
     
  7. Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI):

    "Penderitaan rakyat yang sudah terjepit, akan diperparah dengan naiknya harga BBM. Tentu ini akan berdampak pada naiknya harga barang dan tarif angkutan. Biaya hidup pun akan semakin tinggi, dan rakyat kian terhimpit," kata Wahida Baharuddin Upa. 
  8. Rilis Pers Rieke Dyah Pitaloka di blognya:
  9. "Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung" Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol. Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol. Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!
    • Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
    • Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
    • Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel

      = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
    • Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter

      = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 T
    • Lifting = 930.000 barel per hari,

      atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
    • Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
    • Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,

      atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
    • Pertamina memperoleh dari Konsumen :

      = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-

      = Rp. 283,5 T
    • Pertamina membeli dari Pemerintah

      = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-

      = Rp. 224,546 T
    • Kekurangan yang harus di IMPOR

      = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel

      = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-

      = Rp. 149,887 T
    KESIMPULAN: ‎
    1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 T.
    2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 T
    3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 T
    4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-

      = Rp. 35,658 T
    5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 T
    6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
    7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia

      = Rp. 410,091 T – Rp. 283,5 T

      = Rp. 126,591 T
    8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 T. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
    9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)

      = Rp. 224,546 T – Rp. 126,591 T

      = Rp. 97,955 T
    Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 T, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya? JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!     Jakarta 16 Maret 2012 Salam Juang       Rieke Diah Pitaloka

Sikap Pemerintah sampai saat ini:



Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, banyak hal yang menjadi dasar dan alasan pemerintah menaikkan harga BBM sebesar Rp 1.500 per liter pada 1 April nanti.

Ditegaskannya, prinsip kenaikan harga BBM dilakukan tidak lain demi menyehatkan dan menyelamatkan APBN 2012.

"Seandainya harga minyak dunia terus meningkat, di mana rata-ratanya di 119-120 dolar AS per barel, defisit APBN kita sudah melampaui tiga persen. Malah sudah mencapai 3,6 persen. Padahal, UU kita tidak mengizinkan defisit di atas tiga persen," ujar Agus dalam rapat kerja di Badan Anggaran DPR, Sabtu (24/3/2012).

Kicauan tentang Kenaikan Harga BBM:





Sumber:
Menjelang Drama Demo Tolak Kenaikan BBM
Reviewed by on Mar 24 2012
Rating: 1.5
Judul: Menjelang Drama Demo Tolak Kenaikan harga BBM ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

1 komentar :

Post a Comment