Tuesday, March 20, 2012

Rahasia kerja ECT - terapi depresi dengan kejutan listrik - ditemukan

Depresi
ECT adalah Electro-convulsive Therapi, terpai dengan kejutan listrik. Para ilmuwan saat ini sudah menemukan mengapa terapi ECT yang kontrovesial dapat membantu pasien yang terindikasi depresi.

Peneliti dari Universitas Aberdeen menemukan bahwa ECT - electro-convulsive therapy memiliki pengaruh pada bagian otak yang berkomunikasi satu sama lain pada penderita depresi.

Mereka menemukan bahwa pengobatan ini berfungsi untuk menurunkan hubungan yang overakif di bagian otak yang mengontrol mood dengan bagian lain yang menentukan aktifitas berpikir dan konsentrasi.

Penghentian komunikasi ini memiliki impak yang luar biasa pada kemampuan penderita depresi untuk menikmati kehidupan normal yang akan di pakainya untuk aktivitas sehari-hari.

Penurunan komunikasi yang ditemukan setelah diterapi ECT ditunjukkan dengan peningkatan secara signifikan pada simptom depresi pasien.

Pengobatan terapi dengan ECT yang sudah sejak 75 tahun lalu menggunakan kejutan listrik yang diarahkan ke korteks pada beberapa penderita depresi untuk menyembuhkannya.

Gambar di atas menggambarkan sebuah adegan pada film di tahun 1975 yang berjudul One View Over the Cuckoo's Next membuat Jack Nicholson memenangkan piala Oscar.

Pengobatan kontroversial ini dikenalkan pada tahun 1938 oleh neurolog Italia bernama Ugo Cerletti, dia diinspirasi dengan kejadian ketika melihat seekor babi yang terdiam ketika di setrum dengan listrik sebelum di jagal di Roma. Babi kemudian kejang dan terjatuh sehingga membuat mudah para jagal untuk menyembelihnya.

Pada saat itu para ahli psikiatri ortodok, memiliki pemikiran yang salah, yaitu bahwa penderita schizophreina dan epilepsi dianggap antagonis dan tidak boleh berada di lingkungan umum.

Kemudian Dr. Cerletti memutuskan untuk mencoba teknik ini pada pasiennya. Dr. Cerletti menemukan kejutan listrik pada kepala penderita depresi yang obsesif dan memiliki gangguan mental menjadi penurut dan mudah diatur.

Selanjutnya tritmen pengobatan ECT ini diakui sangat efektif untuk mentritmen beberapa kasus depresi namun cara kerja terapi ECT ini sampai saat ini masih dianggap misteri.

Penelitian menggunakan MRI untuk memindai otak 9 orang pasien penderita depresi sebelum dan setelah menggunakan ECT, dan kemudian baru diteliti dengan mengaplikasikan semua analisis matematika yang baru dan rumit untuk menginvestigasi konektifitas otak.

Profesor Psikiatri Universitas Aberdeen Ian Reid yang juga seorang konsultan psikiatri di Royal Cornhill Hospital, Aberdeen.mengatakan 'Saya yakin, kami memecahkan misteri teka-teki terapi yang berusia 70 tahun lebih'

'ECT adalah pengobatan yang kontroversial, dan kritik yang paling menonjol adalah bahwa terapi ini tidak dimengerti bagaimana cara kerjanya dan apa yang dilakukannya terhadap otak'

'Pada seluruh debat mengenai ECT, diakui bahwa ECT adalah tritmen yang sangat efektif bukan hanya di bidang psikiatri namun di semua bidang pengobatan, karena 75 hingga 85 persen pasien sembuh dari simptom-simptom yang dialaminya'

'Lebih dari puluhan tahun ada kebangkitan perspektif baru tentang bagaimana depresi mempengaruhi otak'

'Teori ini menunjukkan sebuah 'hyper-connection' antara bagian otak yang terlibat tugas menentukan proses emosi dan perubahan mood serta bagian otak yang terlibat dalam proses berpikir dan konsentrasi'

'Inti penemuan kami adalah bahwa jika anda membandingkan hubungan dalam otak sebelum dan setelah di terapi ECT, ECT menurunkan 'hyper-connectivity' ini'

'Untuk pertama kalinya kami dapat menunjukkan bahwa ECT bekerja di dalam otak yang membuat dapat dipahami dalam konteks pada apa yang kita pikirkan adalah salah pada orang yang sedang depresi'

Meskipun ECT sangat efektif, tritmen ini hanya diberikan pada orang yang membutuhkan pengobatan cepat: seperti orang yang sangat depresi, orang yang beresiko pada keselamatannya sendiri, dan mungkin tak bisa berpikir panjang, atau orang-orang yang tidak merespon pada pengobatan yang lainnya.

Profesor Reid mengatakan: 'tritmen juga dapat mempengaruhi ingatan, meskipun bagi beberapa pasien hanya sebentar'

'Bagaimanapun jika kita memahami bagaimana ECT ini bekerja, kita akan berada pada posisi yang lebih baik untuk menggantikannya dengan sesuatu yang tidak merusk dan lebih bisa diterima'

'Pada saat ini hanya 40 persen orang yang menderita depresi sembuh dengan pengobatan dari GP'

'Penemuan kami mungkin akan menargetkan obat yang baru yang sesuai dengan efektifitas ECT tanpa impak pada memori'

Profesor Christian Scwhwarbauzer, pimpinan neuroimaging di Universitas Aberdeen yang merancang penghitungan yang digunakan untuk menganalisa data mengatakan 'Kita mampu untuk menemukan lebih dari 25 ribu bagian otak yang berbeda 'berkomunikasi' satu dengan lainnya'

'Metode ini dapat di aplikasikan pada cakupan yang luas tentang gangguan otak yang lain seperti schizophrenia, autisme atau demensia, dan munkin akan membawa pada pengerian yang lebih baik tentang mekanisme dasar penyakit dan pembuatan alat diagnostik yang baru'

Penemuan tim ini dipublikasikan pada Jurnal Proceedings of the National academi of Sciences.



via Scientists finally solve 75-year-old riddle of how controversial electric shock treatment can treat severe depression
Judul: Rahasia kerja ECT - terapi depresi dengan kejutan listrik - ditemukan ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment