Friday, May 11, 2012

Sukhoi Super Jet 100


Pesawat komersial terbaru Rusia, Sukhoi Super Jet adalah pesawat canggih yang akan merajai dunia penerbangan. Sukhoi pernah di coba di Rusia yang memiliki kondisi geografis ekstrim seperti di Siberia. Cukup aneh ketika terjadi kecelakaan di Gunung Salak. Meskipun itu benar-benar terjadi, namun fitur kecanggihan yang dibawanya tidak akan dengan mudah hancur kesannya dan kemutakhirannya.

Kisah Sukhoi Super Jet 100 nan Canggih


Sukhoi memiliki bentuk yang benar-benar baru. Lebih enteng, lebih irit dan hanya memerlukan satu pilot untuk take off dan landing. Gunung Salak yang penuh misteri dengan banyaknya kejadian naas yang menimpa penerbangan di Indonesia, sudah bukan hal aneh lagi. Namun mengapa juga rute tersebut masih dipergunakan oleh penerbangan di Indonesia justru menjadi pertanyaan yang penting.

Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat jarak menengah berbadan sedang yang dikembangkan Rusia sejak tahun 2000. Pesawat ini merupakan pesawat penumpang komersial pertama yang dibikin Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet.

Bagi Sukhoi, pesawat Superjet 100 ini merupakan pesawat pesawat sipil pertama. Sebelumnya, Sukhoi lebih gemar membuat jet-jet tempur yang dijual ke kolega negaranya termasuk Indonesia.

Agar bisa membuat pesawat sipil, Sukhoi lantas menjalin kerja sama dengan mitra dari negara lain termasuk dengan Boeing asal Amerika Serikat. Berbekal kerja sama itulah, Sukhoi mulai memproduksi Superjet 100 yang kelak diberi nama Sukhoi Superjet 100.

Selain dengan Boeing, pabrik pesawat Sukhoi juga menggalang kerja sama dengan perusahaan asing lainnya termasuk, Italia Finnmeccanica selaku investor utama.

Investor asal Prancis ini memang menguasai pembuatan Superjet, terutama dalam hal membuat mesin. Selain itu, Sukhoi juga bekerja sama dengan Liebherr, perusahaan asal Jerman yang menguasai teknologi kemudi dan sistem pendukung pesawat.

Baru 3 bulan dapat sertifikat terbang di Eropa


Walaupun sudah dikembangkan sejak tahun 2000, namun Sukhoi terbilang telat untuk merealisasikannya. Program pembuatan Superjet 100 tersebut mundur dari target karena adanya penundaan sertifikasi terbang.

Hingga akhirnya, pesawat yang dibikin di Rusia ini bisa melakukan terbang perdana pada tahun 2008, hingga akhirnya memperoleh sertifikat operasi terbang di Rusia pada tahun 2011.

Setelah mendapat sertifikat terbang di Rusia, pesawat Sukhoi Superjet 100 ini baru mendapatkan sertifikat terbang di Uni Eropa pada bulan Februari 2012, atau tiga bulan yang lalu.

Sukhoi Superjet 100 ini memiliki mesin ganda yang bisa membawa 100 penumpang. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan jelajah 828 kilometer (km) per jam. Daya tempuh pesawat ini maksimum antara 3.000 sampai 4.500 km dengan muatan penuh.

Selain mendapat dukungan dari investor, Sukhoi Superjet 100 ini juga mendapat dukungan dari pemerintah Rusia. Pesawat ini ditujukan untuk menggantikan pesawat usang Tu-134 dan Yak-42.

Tak hanya itu, pesawat ini dipersiapkan bersaing dengan pesawat Embraer E-Jets asal Brasil dan Bombardier CRJ asal Kanada. Pesawat yang dibanderol US$ 35 juta ini menawarkan harga yang lebih murah dari kedua kompetitornya tersebut.

Walaupun terbang perdana dilakukan tahun 2008, pada tahun 2010, Sukhoi Superjet 100 sudah dipasarkan. Saat London Aircraft Show pada tahun 2010 lalu mjisalnya, Sukhoi Superjet 100 sudah dipasarkan ke maskapai penerbangan, termasuk maskapai penerbangan dari Indonesia.

Berlahan tetapi pasti, dengan harga yang kompetitif, pesawat dari Rusia ini kini sudah digunakan oleh maskapai penerbangan Aeroflot di Rusia dan Armevia du Armenia. Selain itu, pesawat ini juga dipesan maskapai Indonesia, yaitu Kartika Airlines, Sky Aviation sebanyak 42 unit.

Tak hanya itu, di Amerika Serikat, pesawat Sukhoi Superjet 100 menarik hati pemilik maskapai Queens Airlines asal New York yang sudah memesan 6 unit.
Sebelum kecelakaan Sukhoi di gunung Salak, Jawa Barat, Sukhoi sudah menerima pesanan 168 unit pesanan Sukhoi Superjets 100, termasuk dari maskapai terkenal Rusia yaitu Transaero.

Namun kini belum jelas, apakah para pemesan pesawat tersebut masih berniat untuk membeli pesawat yang mencatat kejadian naas di Indonesia.

Waktu Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Sukhoi : 15 Bulan


Untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak Bogor, setidaknya membutuhkan waktu penyelidikan 15 bulan.

Hal ini disampaikan oleh kantor berita Rusia Ria Novosti, mengutip pernyataan dari salah satu anggota Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT).

Penyelidikan pesawat naas itu membutuhkan waktu panjang karena sulitnya menjangkau lokasi jatuhnya pesawat di pegunungan Salak, Jawa Barat.

Seperti diketahui, pesawat bikinan Rusia ini menabrak lereng gunung curam di Gunung Salak saat melakukan demonstrasi penerbangan pada hari Rabu lalau (9/5). Ada 45 orang di dalam isi perut pesawat tersebut.

Menurut kantor berita Rusia ini, ada delapan orang kewarganegaraan Rusia di dalam pesawat tersebut, satu orang warga Amerika Serikat (AS), satu Perancis, dua orang Italia dan 33 orang warga Indonesia.

Presiden Rusia menawarkan Kerjasama Forensik


Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita atas musibah kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Putin juga menawarkan kerjasama dalam rangka identifikasi forensik dan menyelidiki penyebab kecelakaan.

"Presiden Putin pada pukul 22.30 WIB, Kamis malam telah berkomunikasi dengan bapak presiden," ujar Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, Kamis (10/5).

Faizasyah menjelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya ada dua hal yang diminta oleh presiden Putin dalam pembicaraanya dengan Presiden SBY.

Presiden Putin meminta kerjasama dengan indonesia untuk proses identifikasi forensi terhadap korban musibah tersebut, dimana Rusia juga memiliki ahli-ahli di bidang tersebut. Kedua, Presiden Putin juga menawarkan kerjasama untuk mengirimkan pakar dalam mengidentifikasi reruntuhan pesawat.

Faizasyah mengungkapkan terkait dua hal tersebut, Presiden SBY menyetujui dan kepala negara sudah menghubungi instansi-instansi terkait di Indonesia untuk segera merealisasikan kerjasama tersebut. "Kedutaan besar RI maupun Rusia juga akan dikontak untuk menindaklanjuti hal tersebut," ujarnya.

SBY meminta agar hal tersebut diinformasikan kepada pihak keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah.

Rusia tetap akan jual Sukhoi Super Jet 100


Pasca jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Departemen Industri dan Perdagangan Rusia menyatakan tetap akan menjual pesawat Sukhoi Superjet 100 kepada para pemesannya.

Seperti yang diberitakan Bloomberg hari ini (11/5), Pemerintah Rusia menilai, tidak perlu melakukan penangguhan penjualan pesawat Sukhoi Superjet tersebut.

Sebelumnya, Kartika Airlines dan Sky Aviaton, pemesan pesawat Sukhoi Superjet 100 dari Indonesia mengaku akan menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait pemesanan pesawat Sukhoi

[ via Ini sejarah singkat Sukhoi Superjet 100 dari Rusia | Butuh 15 bulan mengetahui penyebab jatuhnya Sukhoi | Rusia tawarkan kerjasama identifikasi forensik | Rusia bersikukuh tetap menjual Shukoi Superjet 100 ]
Sukhoi Super Jet 100
Ditulis oleh: Horizon Inspirasi pada 11 Mei 2012
Rating: 4.5
Judul: Sukhoi Super Jet 100 ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

1 komentar :

Post a Comment