Wednesday, February 22, 2012

Siap-siap perang antar kelompok preman John Kei vs Anti john Kei


Kelompok Anti John Kei ; 'Hukum Mati John Kei !!!'
Marak aksi-aksi kelompok yang pernah bersinggungan dan merasa dirugikan kelompok preman amkei. Organisasi preman yang dipimpin kelompok preman John Kei ini rupanya sudah terlalu gemuk sehingga banyak memiliki musuh dan hal ini kontraproduktif terhadap keamanan di Jakarta. Apalagi jika kelompok AMKEI memiliki pengaruh di Indonesia Timur yang rawan konflik dan tumpah darah. Begitu entengnya John kei dan anak buahnya membunuh orang dan tidak memiliki rasa penyesalan adalah gejala yang sangat berbahaya bagi bangsa.

Warga menolak Preman

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi protes terhadap aktivitas premanisme dilakukan puluhan warga RW 08 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Rabu (22/2/2012). Warga menyayangkan pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap tindakan intimidasi oleh preman di lingkungan rumah mereka.

Juru bicara warga, Budi Sumarno (42), mengatakan, intimidasi tersebut dilakukan dengan menyampaikan ancaman-ancaman agar mau menerima uang ganti rugi yang telah disediakan. "Sejak lima bulan terakhir ini kami tidak bisa bekerja tenang. Kami selalu kepikiran rumah kami bagaimana, teror terus menghantui kami," ujarnya.

Bagaimana tidak, lahan seluas 38.530 meter persegi yang ditempati warga, diketahui bersengketa dengan perusahaan swasta PT Imindo Uneswa. Kini, sudah ada ratusan rumah yang dibongkar oleh sekelompok preman yang disewa oleh perusahaan tersebut.

Saat ditanyai mengenai status kepemilikan tanah tersebut, Budi mengakui bahwa memang tidak memiliki sertifikat tanah tersebut. Namun menurutnya, warga di sana telah tinggal sejak puluhan tahun lalu. Oleh sebab itu pihaknya berharap menggunakan cara-cara yang sepantasnya. Budi menuturkan, warga menolak cara-cara kekerasan, intimidasi, dan main paksa yang dilakukan pihak perusahaan.

"Pembongkaran bahkan ada yang dilakukan sampai tengah malam, saat kami semestinya beristirahat, apa itu manusiawi," ujar Budi Sumarno.

Asnimena (72), salah seorang warga, pensiunan pegawai negeri sipil, mengaku menggunakan uang pensiunannya untuk mendirikan rumah di kawasan tersebut. Namun kini rumahnya telah dibongkar paksa tanpa sepengetahuannya.

"Rumah itu dari hasil pensiunan saya. Pensiunan guru berapalah, tapi sekarang sudah dihancurkan," katanya.

Ia berharap, pihak pemilik tanah dapat memberikan ganti rugi yang pantas atas bangunannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, dan aparatur pemerintah setempat, pembongkaran memang tidak dilakukan oleh jajaran Satpol PP, dan justru dilakukan oleh okunum-oknum yang tidak jelas latar belakangnya.

Warga khawatir konflik akan membesar, karena selain menggunakan tenaga preman, pihak perusahaan juga memanfaatkan sebagian warga untuk mengusir warga yang bertahan. Artinya, bisa saja ada kemungkinan benturan antara warga dengan warga.

John Kei Harus dihukum mati

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 300 pemuda yang melakukan aksi unjuk di depan bundaran Hotel Indonesia (HI) mendukung langkah polisi untuk terus memproses John Refra Kei atau John Kei. Bahkan mereka meminta John Kei untuk dihukum mati.

"Sejak jam 13.00 mereka berunjuk rasa. Intinya sih ingin Jakarta bebas dari premanisme," ujar salah satu anggota Brimob yang ikut mengamankan aksi demo, M. Napitupulu, di seputaran Bundaran HI, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Para demonstran bertubuh kekar dan bertato banyak ini membawa poster dan spanduk bertuliskan "Pak hakim dan jaksa hukum mati John Kei", dan "John Kei dan antek-anteknya harus dihukum mati".

Bahkan para demonstran yang berasal dari gabungan organisasi massa FBR dan Forkabi, warga Timor serta Flores, dan kelompok Ternate ini juga menuntut agar aparat kepolisian mampu menegakkan hukum dengan adil dan tanpa pandang bulu.

Lantaran aksi unjuk rasa ini, lalu lintas di seputaran Bundaran HI yang mengarah ke Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman sempat tersendat. Namun setelah para pengunjuk rasa membubarkan diri dan beralih ke Mabes Polri kondisi lalin kembali normal.

"Tadi aksi berlangsung damai dan tidak ada yang rusuh. Lalin juga sudah normal lagi," jelas Napitupulu.

Judul: Siap-siap perang antar kelompok preman John Kei vs Anti john Kei ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

3 komentar :

Post a Comment