Sunday, April 8, 2012

Jerat kebijakan harga BBM


Kenaikan harga BBM yang malah menjadi isu sentral saat ini belum ada solusinya selain hanya dinaikkan harganya. Para pelaku bisnis sebenarnya tidak begitu terpengaruh apabila pemerintah benar-benar cerdas dan memiliki visi yang panjang.

Tidak bisa mengukur hasil kerja dan laba perusahaan apabila ekonomi dan harga tidak stabil. BBM sudah lama menjadi takhyul yang akan menaikan harga barang komoditi secara luas dan masif, dan hal ini akan menyebabkan banyak kerugian di pihak masyarakat. Apabila pemerintah bisa mematok harga yang aman, tidak perlu tergantung dengan pasar Internasional untuk melindungi kepentingan dalam negeri, subsidi tidak bisa menjadi alasan untuk mengombang-ambingkan harga.

Pemerintah harus jujur dan terbuka seberapa besar subsidi dan kekuatan pemerintah. Rakyat akan menyesuaikan, namun perlu persiapan-persiapan khusus dan rencana nasional yang perlu diketahui bersama. Semisal dengan menaikan harga diatas harga internasional dengan kejelasan uang tersebut untuk saving atau persiapan menghadapi krisis. Masyarakat akan percaya jika masyarakat masih dianggap sebagai anggota rumahtangga sebuah negara.

Keterbukaan dan kebersamaan akan membawa bangsa ini lebih cerdas, terutama apabila ini menjadi keinginan besar pemerintah untuk menjadikan bangsa ini lebih maju dan siap menghadapi krisis global yang sedang mengancam. Rakyat dan pemerintah adalah keluarga yang saling membutuhkan. Jadi proses pengambilan keputusan tentang harga BBM harus dapat dibaca dan diselesaikan secara kekeluargaan, hati ke hati dan saling menolong.

Jadi apabila bisa dilakukan dengan matang, terstruktur dan terbuka serta melibatkan semua pihak. Tidak akan bisa Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo berkata-kata seperti dibawah ini. Tidak ada alasan untuk mendikte masyarakat tanpa ada kejelasan untuk apa berikutnya. Wakil Menteri ESDM, mengatakan sebagaimana di bawah ini.

Tidak ada solusi lain untuk penghematan negara dan solusi untuk tidak menaikkan harga BBM jika mendengar pernyataan Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo.

Menurut Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo, cara untuk meminimalkan subsidi BBM untuk transportasi dan listrik adalah dengan sesedikit mungkin memakai BBM. Akibatnya, Indonesia mempunyai dana lebih banyak untuk membuat Indonesia lebih cepat menjadi negara terpandang di dunia.

Pemerintah sebelumnya berencana menaikan harga BBM pada April 2012, namun dalam rapat paripurna DPR dan pemerintah dibatalkan dan diberi kesempatan dalam waktu 6 bulan ke depan jika ICP sudah melebih 15% dari yang ditetapkan sebesar US$ 105 perbarel. Sementara terkait usulan kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.500 perliter.

"Naiknya harga BBM justru akan menyebabkan energi lain seperti batubara, gas, panas bumi dan bio energi dan energi baru misal CBM (coal bed metane) dan shale gas dan energi terbarukan lainnya banyak dibutuhkan dan diproduksikan yang akan memberikan lapangan kerja, penghasilan dan pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya daerah-daerah terutama di luar Jawa,"

Widjajono mengatakan, ketergantungan yang berlebihan terhadap minyak dan luar negeri adalah bentuk ketidakmandirian bangsa Indonesia.

"Tidak menggunakan energi yang kita miliki secara optimal adalah tidak bijaksana. Mengkonsumsi energi yang mahal tetapi tidak mengkonsumsi energi murah yang kita miliki adalah kebodohan,"

Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta Minggu (8/12/2012).

DPR tetap mendorong Pemerintah menaikan harga BBM


Pemerintah harus memanfaatkan kesempatan enam bulan untuk melakukan sosialisasi tentang kemungkinan harga BBM subsidi akan naik.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VII, Bobby Rizaldi di Jakarta Jum'at (6/4/2012). "Bilamana memang harus dinaikan sesuai dengan kriteria pasal 7 ayat 6a, dan memang sudah ada alokasi anggaran untuk sosialisasi. Tetapi pemerintah tidak bisa semena-mena menaikan harga BBM," kata Bobby.

Dalam UU APBNP 2012 yang baru disepakati DPR dan pemerintah, terdapat pasal 7 ayat 6a yang memungkinkan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi bila harga Indonesian Crude Price (ICP) naik 15% dari US$105 per barel dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Sebab apabila ICB naik hingga 15% maka dampaknya akan menyangkut banyak faktor. Hal ini telah dialami pada tahun 2008 lalu dengan harga ICP dipatok US$60 per dolar namun menguat hingga US$90 per barel. Kenaikan ini sudah 50% lebih, namun pemerintah tetap tidak menaikkan harga BBM subsidi. Sebab tahun 2009 akan menggelar pemilu.

Akibatnya cadangan fiskal menjadi sia-sia. Padahal harusnya dapat dialokasikan untuk antisipasi kenaikan komoditas impor maupun kurs rupiah yang melemah dan indeks saham yang jatuh. "Cadangan fiskal, malah menguap sehingga inflasi menjadi lebih dari ekspektasi dan masyarakat lebih keras menerima dampaknya, dibanding bila BBM naik," katanya yang juga anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Adanya demontrasi yang menolak kenaikan harga BBM subsidi, lanjutnya, terjadi karena pemahaman substansi masih belum sejalan. Untuk itu menjadi tantangan pemerintah untuk menjelaskan makna pasal tersebut.

15 Langkah menuju Pertumbuhan Ekonomi ala BBM


Pendapatan negara dari sektor migas yang mencapai ratusan triliun rupiah tiap tahunnya selalu habis digunakan untuk subsidi energi khususnya harga BBM.

Oleh karena itu agar pendapatan negara tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setidaknya ada 15 langkah yang bisa dilakukan. Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo dalam keterangan tertulis di Jakarta Minggu (8/4/2012).

Ke 15 langkah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Perlu peraturan bahwa Pertamax wajib untuk mobil pribadi 1500 cc ke atas.

2. Perlu peraturan bahwa Premix wajib untuk mobil pribadi di bawah 1500 cc. Premix adalah campuran 50% Premium dan 50% Pertamax dengan harga rata-ratanya. Cara lain adalah mobil pribadi dibawah 1500 cc harus membeli Pertamax dulu sebelum membeli Premium dalam jumlah yang sama di SPBU.

3. Perlu peraturan bahwa Premium hanya untuk Angkutan Umum dan Sepeda Motor.

4. Penghematan untuk bensin sampai di atas 30 % oleh HHO dengan alat seharga Rp. 800 ribu.

5. Penghematan untuk diesel dengan larutan Penghemat BBM SF Turbo 1. Ini bagus untuk transportasi umum dan truk, termasuk truk batubara.

6. Penggunaan tabung LPG 3 kg untuk nelayan melaut perlu disebar luaskan.

7. Transportasi umum mobil ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya supaya masyarakat mau pindah dari menggunakan kendaraan pribadi pada hari-hari kerja ke transportasi umum dan hanya menggunakan pada akhir pekan. Busway di Jakarta memerlukan armada yang jauh lebih banyak.

8. Pemakaian kereta api ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya baik untuk dalam kota maupun antar kota termasuk untuk angkutan barang dan batubara.

9. Converter kit untuk CNG (Compressed Natural Gas) yang harga keekonomian CNGnya Rp 4.100/l (kalau disubsidi Rp 1000 maka harganya Rp 3100). Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco maka Jakarta tidak macet. Daerah luar Jawa penghasil Migas bisa beralih ke BBG lebih cepat.

10. Perlunya penghematan pemakaian listrik dengan memakai lampu dan peralatan hemat energi dan mematikannya apabila tidak diperlukan.

11. SPBU dapat digunakan untuk Daughter Station BBG dengan mengijinkannya menjual BBG. Untuk itu hanya dibutuhkan lahan 3m x 6m buat menaruh trailer dan dispenser. Keuntungan dibagi antara Mother (Ibu) dan Daughter (Putri) Stations.

12. Memaksimalkan pemanfaatan batubara, panas bumi, air, bioenergi untuk listrik dengan diatasi kendala-kendalanya. Harap diingat bahwa biaya listrik dari batubara, panasbumi dan air hanya seperempat biaya listrik dari BBM.

13. Pengembangan Kemiri Sunan disana. Kemiri Sunan ini disamping baik untuk penghijauan sehingga mencegah banjir dan tanah longsor juga buahnya bisa dibuat biodiesel yang dapat menjadikan suatu desa disamping asri juga mandiri energi.

14. Memaksimalkan pemanfaatan energi surya, angin, arus laut, mikro hidro untuk daerah-daerah terpencil terutama Indonesia Bagian Timur.

15. Akan lebih banyak uang yang dihemat apabila kita bisa meminimalkan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), mengoptimalkan Penerimaan Pemerintah dan mengefisienkan Pengeluaran Pemerintah.

"Dulu waktu harga BBM Rp 6.000/ l sudah banyak yang berpindah ke busway dan transportasi umum. Begitu harga BBM Rp 4.500/l maka kembali naik kendaraan pribadi lagi. Orang tidak menghemat energi tetapi menghemat uang," kata Widjajono.

Menurut Widjajono, program konversi minyak tanah ke BBG berhasil karena subsidi minyak tanah dihilangkan. Selain itu, program jarak pagar dan konversi premium ke BBG belum berhasil karena premium harganya Rp 4.500/l.

Via Inilah 15 Langkah Hemat Anggaran Negara | DPR: Saatnya Sosialisasikan Pasal 7 Ayat 6a
Jerat kebijakan harga BBM
Ditulis oleh: Horizon Inspirasi pada 8 April 2012
Rating: 4.5
Judul: Jerat kebijakan harga BBM ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment