Sunday, April 8, 2012

Twin Otter Trigana di tembaki di Mulia, Puncak Jaya, Papua, 8 April 2012


Kabar menyedihkan, Trigana Air sebuah pesawat sipil di tembaki di Lapangan terbang Mulia, Puncak Jaya, Papua oleh sekelompok orang bersenjata. Sekelompok orang tersebut memberondongi pesawat yang sedang landing dan satu wartawan meninggal dunia menjadi korban.

Leiron Kogoya, korban penembakan terhadap pesawat Twin Otter milik Trigana di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, adalah wartawan Papua Pos Nabire, grup surat kabar harian Pasific Pos.

Pemimpin redaksi grup Pasific Pos, Angelbertha Sinaga, Minggu pagi ketika dihubungi ANTARA Jayapura mengakui jika Leiron Kogoya adalah salah satu stafnya yang bekerja di Papua Pos Nabire.

"Dia wartawan kami, Papua Pos Nabire grup Pasific Pos," katanya dengan nada isak tangis.

Dari informasi yang didapatkan ANTARA Jayapura, Leiron Kogoya sudah sering melakukan perjalanan peliputan dari Nabire, Mulia dan Jayapura atau pun sebaliknya.

Pelaku penembakan Trigana dalam pengejaran


Pelaku penembakan terhadap pesawat twin otter milik Trigana, Minggu pagi, kini dalam pengejaran Brimob Polda Papua, Polres Puncak Jaya dan TNI AD.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa yang dihubungi ANTARA mengemukakan pengejaran terhambat kondisi alam karena pelaku diduga berada di gunung sekitar lapangan terbang Mulia.

"Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata," kata AKBP Korwa. Dia juga mengemukakan aparat beberapa kali sempat kontak senjata dengan kelompok tersebut.

Sementara itu beberapa warga yang dihubungi dari Jayapura mengakui, hingga saat ini masih terdengar bunyi tembakan.

Situasi di kota Mulia sepi karena aktifitas masyarakat terhenti dan lebih memilih berdiam di rumah sementara, kios dan pasar tutup,"Mulia seperti kota mati, karena tidak ada aktifitas warga," ungkap Marthen , salah satu warga.

Penembakan pesawat sejak 1999 sudah 30 kali


Sejak tahun 1999 ada 30 kali penembakan terhadap warga sipil oleh kelompok tak bertanggung jawab di Papua, kata anggota DPR RI Tjahjo Kumolo.

"Sudah 30 kali terjadi penembakan gelap yang memakan korban jiwa di tanah Papua sejak tahun 1999, sayangnya hingga kini tak ada satupun pelaku yang ditangkap," kata Tjahjo kepada ANTARA News, Jakarta, Minggu.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengusulkan TNI dan Polri membentuk tim kecil yang terdiri dari 4-5 orang.

"Mereka masuk ke hutan-hutan, hidup dengan rakyat setempat sehingga mengetahui siapa pelakunya. Kalau pakai operasi besar-besaran mana bisa menemukan atau menangkap pelakunya. Mereka kan hit and run," kata Tjahjo.

Penembakan terakhir terjadi pada Minggu pagi saat pesawat Twin Otter milik perusahaan penerbangan Trigana akan mendarat di Lapangan Terbang Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Akibat penembakan itu, seorang wartawan dari Papua Pos Nabire, Latoge Kogoy meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka.

Penembak adalah kelompok bersenjata


Kepolisian Negara Republik Indonesia menduga pelaku penembakan pesawat twin otter Trigana Air di Papua Minggu pagi adalah kelompok sipil bersenjata.

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan, dugaannya kelompok sipil bersenjata yang melakukan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa yang dihubungi ANTARA dari Jayapura mengatakan bahwa aparat keamanan menghadapi kendala medan dalam mengejar para pelaku karena mereka bersembunyi di gunung-gunung di sekitar lapangan terbang Mulia.

"Namun kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu," kata Alek Korwa yang menambahkan bahwa pihaknya sempat beberapa kali terlibat kontak sejata dengan kelompok tersebut.

Pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan kode lambung PK-YRF itu ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Mulia.

Pilot Bebi Astek dan Co-pilot Willy Resubun Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIT dievakuasi ke Jayapura Provinsi Papua menggunakan pesawat twin otter lain milik Trigana.

Pilot Beby Astek terkena tembakan di bagian kaki, sedangkan co-pilot Resubun terkena serpihan di bagian tangan.

Seorang dari lima penumpang, Latoge Kogoya, yang juga seorang wartawan media lokal tewas dalam insiden itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan, kekerasan dan teror kepada masyarakat sipil dan jasa penerbangan yang melayani kebutuhan masyarakat Papua harus dihentikan.

"Tindakan teror di Papua harus dihentikan," kata Djoko dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, Polri dibantu aparat TNI dan pemda setempat sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang menembak pesawat twin otter milik Trigana Air, Minggu pagi.

"Upaya-upaya damai dan prioritas pembangunan di Papua jangan dikotori oleh tindakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mengorbankan masyarakat itu sendiri, baik korban jiwa maupun jasa pelayanan kebutuhan masyarakat Papua," kata Menko Polhukam.

Aparat keamanan dari Brimob Polda Papua, petugas Polres dan anggota TNI AD yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, mengejar kelompok bersenjata yang menembak pesawat twin otter milik Trigana Air, Minggu pagi.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa yang dihubungi dari Jayapura mengatakan bahwa aparat keamanan mengalami hambatan kondisi alam dalam pengejaran tersebut karena kelompok bersenjata itu berada di gunung-gunung sekitar lapangan terbang Mulia.

"Namun kami terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu," kata Alek Korwa.

Ia mengatakan, dalam pengejaran pihaknya sempat beberapa kali terlibat kontak sejata dengan kelompok tersebut.

Sementara itu, beberapa warga Mulia yang dihubungi dari Jayapura mengakui hingga saat ini masih mendengar beberapa kali bunyi tembakan.

Saat ini situasi di Kota Mulia sepi karena aktivitas masyarakat terhenti dan lebih memilih berdiam di rumah, sementara kios-kios dan pasar tutup.

"Mulia seperti kota mati, karena tidak ada aktivitas warga," ungkap Marthen, salah satu warga yang bermukim di Kota Lama, Mulia.

Pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan kode lambung PK-YRF itu ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Mulia, Minggu pagi.

Pilot Bebi Astek terkena tembakan di bagian kaki dan kopilot Willy terkena serpihan peluru di jarinya sehingga tidak dapat mengendalikan pesawat. Akibatnya pesawat menabrak gudang di lapangan terbang itu.

Satu orang tewas tertembak di bagian leher bernama Leiron Kogoya (35), wartawan Papua Pos Nabire, Group Pasific Post.

Beberapa penumpang lainnya luka-luka dan kini sedang mendapatkan perawatan. Tembakan dari kelompok bersenjata itu mengakibatkan bagian pesawat berlubang-lubang.

Sumber:
Pelaku penembakan Trigana dalam pengejaran
Legislator : Penembakan di Papua sudah 30 kejadian
Penembak Trigana kelompok sipil bersenjata
Djoko: hentikan tindakan teror pada warga Papua
Name of the Product you are reviewing
Ditulis oleh: Horizon Inspirasi pada 8 April 2012
Rating: 4.5
Judul: Twin Otter Trigana di tembaki di Mulia, Puncak Jaya, Papua, 8 April 2012 ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment