Friday, February 24, 2012

SBY akhirnya bicara soal preman

SBY dan Preman

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, masyarakat mulai merasakan adanya ekses menyimpang dari kebebasan demokrasi yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

Ekses tersebut menimbulkan ketidaktertiban sosial, konflik komunal, aksi kekerasan, premanisme, serta aksi-aksi anarkisme. Atas hal itu, Presiden meminta rakyat dengan penuh tanggung jawab melakukan koreksi seperlunya.

"Namun, mari kita pastikan bahwa semua butuh hak dan kebebasan kita gunakan secara patuh tidak melebihi kepatutannya. Kita pastikan, penggunaan hak dan kebebasan jangan membuat negeri kita tidak aman, tidak tertib, dan tidak stabil," kata Presiden ketika membuka Musyawarah Nasional IX Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI), di Asrama Pondok Haji, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/2/2012).

Presiden mengatakan, penggunaan kebebasan berpendapat sehingga menimbulkan ketidaktertiban sosial bukan tujuan dari pelaksanaan reformasi dan demokrasi. Rakyat diminta tetap memupuk rasa persaudaraan dan persatuan.

Di sisi lain, Presiden mengatakan telah menginstruksikan aparat keamanan untuk mencegah dan menghentikan aksi kekerasan. Penanganan aksi kekerasan yang telah terjadi diinstruksikan dilakukan secara profesional.

"Kita pastikan demokrasi tetap terjaga, dan tidak boleh mundur. Pelaksanaan HAM, harga warga negara, serta ruang partisipasi publik tetap terbuka lebar," kata Presiden.


Sumber : Kompas.com
Judul: SBY akhirnya bicara soal preman ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment