Friday, February 24, 2012

Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia meninggal dunia

Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia meninggal dunia

Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia meninggal dunia pada usia 27 tahun, di Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, Rabu (22/2) petang. Pria yang memiliki tinggi badan 2,71 meter itu sempat menjadi ikon Lampung dalam setiap kegiatan nasional maupun internasional.

Dibutuhkan kain kafan sepanjang 39,21 meter untuk membungkus jenazah Suparwono. Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk mengangkat jenazahnya.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 lalu itu tidak dimasukkan dalam keranda maupun peti seperti umumnya. Untuk mengakalinya, pihak keluarga menggunakan mobil pikap dengan bak terbuka untuk membawa jenazah Suparwono ke pemakaman.

Suparwo dikenal sebagai sosok yang jarang keluar rumah. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Suparwono mengalami penyakit diare, selama beberapa hari.

Ia dibawa ke klinik Sharon Medical Centre dan nyawanya tak tertolong lagi. Jenazah Suparwono berada di rumahnya di Desa Tritunggal Jaya, Gunungagung, Tulangbawang, dan rencanya dikuburkan Kamis (23/2).

Pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 itu, menurut keterangan para tetangganya, sebulan terakhir Suparwono mengalami sakit di bagian perut. “Memang, sebulan ini ia selalu mengeluh dengan perutnya,” kata Rahman, seorang pejabat di Pemkab Tulangbawang, menirukan ucapan tetangga Suparwono.

Untuk mengurusi jenazah, warga yang tinggal di dekat Suparwono, harus membuat keranda baru karena ukuran keranda yang ada untuk manusia normal. Setidaknya, ukuran keranda Suparwono lebih dari 1,5 meter. Begitu juga dengan galian tanah kubur jenazah Suparwono harus melebih ukuran normal.

Pihak keluarga maupun warga yang melakukan proses pemakaman Suparwono sempat kerepotan dibuatnya. Ini lantaran tinggi badan Suparwono mencapai 242 centimeter dan berat 176 kg. Karena itulah ia disebut sebagai manusia tertinggi di Indonesia.

Keterangan tetangga Suparwono, dengan kondisi tubuhnya yang melebihi tinggi orang normal, ia banyak berada di rumah. Ia keluar rumah bila ada panggilan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan undangan warga tempat tinggalnya. Dalam kehidupan sehari-hari, ia membiayai kebutuhan hidupnya sendiri.

Garis hidup almarhum Suparwono (27) penuh dengan hal mencengangkan dan kontroversi. Salah satu kontroversi itu adalah soal tinggi badannya. Sebelumnya, disebut sebut bahwa Suparwono memiliki tinggi 2,71 meter.

Angka ini banyak diyakini sebelum Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melakukan pengukuran tinggi badannya, karena hasil pengukuran rumah sakit. Namun, dalam pengukuran yang dilakukan MURI pada Desember 2009, tinggi badan pria asal Tulangbawang yang meninggal dunia Rabu (22/2/2012) ini adalah 2,42 meter. Berat badannya, 176 kilogram.

Kondisi ini  mencengangkan karena selisih tingginya dari perkiraan awal sangat jauh, yaitu lebih dari 30 sentimeter lebih.

Hal mengejutkan lainnya, dari informasi yang beredar luas, ukuran sepatunya pun ekstra jumbo, yaitu 64. Tidak jarang ia terpaksa bertelanjang kaki karena tidak ada sepatu ataupun sandal yang ukurannya pas dengannya.

Karena keunikannya, Gubernur Lampung Sjahchroedin ZP, menunjuk Suparwono sebagai duta wisata Lampung. Setiap ada event wisata seperti Festival Krakatau, Suparwono selalu diundang khusus oleh gubernur.

Sjachroedin mengaku kehilangan atas kepergian Suparwono. "Selama ini almarhum saya anggap orang 'langka' yang saya gunakan dalam kegiatan budaya, wisata maupun keagamaan," kata Sjachroedin melalui SMS.

Gubernur yang saat ini sedang melaksanakan ibadah  umrah bersama keluarga  mengaku, terakhir bertemu Suparwono saat ada kegiatan keagamaan di Islamic Centre.
Judul: Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia meninggal dunia ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment