Friday, March 30, 2012

Cegah Pikun : Olahraga Otak

Cegah Pikun : Olahraga Otak
Di samping tubuh, otak juga membutuhkan olahraga. Olahraga untuk otak berfungsi sebagai pencegah kepikunan supaya tidak datang terlalu cepat. Otak sendiri terdiri dari dua bagian, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan analisa, termasuk satu yang mengelola percakapan kita sehari-hari. Pada saat yang sama, otak kanan mengelola semua yang berhubungan dnegan kreatifitas, seperti seni. Setiap orang memiliki masing-masing bagian yang dominan dari otak. Melatih kedua bagian otak, seperti disebutkan di atas, mungkin menghindari demensia atau kepikunan. Lalu bagaimana mengolahragakan otak?

Olah raga untuk otak kiri


1.     Bermain teka-teki silang: karena otak bagian kiri mengendalikan proses analisis. Teka-teki silang dan game lain yang menggelitik otak merupakan praktek yang efektif untuk membuat otak kiri tetap aktif. Teka-teki silang dengan tema tertentu juga membantu menyegarkan pikiran. Selain itu, Sudoku juga dianggap bantuan yang baik.

2.     Praktik kalkulasi: Matematika dan hitung-hitungan lain yang menggelitik otak merupakan bantuan yang bagus untuk otak bagian kiri. Untuk dua poin tersebut diatas bisa ditemukan banyak buku atau sumber dari internet yang bisa digunakan untuk latihan. Jangan lupa saat Anda melamar pekerjaan atau mendaftar sekolah, terkadang tes IQ yang berisi perhitungan angka juga dilakukan. Membuat otak menyelesaikan teka-teki matematika membantu otak kiri untuk berpikir cepat dan menganalisa berdasar pada logika.

3.     Biasakan menulis: ternyata menulis juga membantu meningkatkan aktifitas otak kiri karena melibatkan penggunaan kata-kata, struktur kalimat dan pengejaan. Menulis tidak lagi membosankan dengan beberapa cara, seperti menulis jurnal dan blog. Dengan terus-menerus berinteraksi melalui forum juga membantu otak kiri untuk terbiasa menuliskan komentar. Di samping itu, menulis bisa dalam bentuk menulis artikel untuk majalah, koran atau situs web. Bergabung dalam media sosial seperti Facebook, Twitter atau Myspace juga membiasakan seseorang membentuk kalimat dan paragraf yang baik.

4.     Rutin membaca: membaca akan membuat otot otak menjadi santai, baik dengan membaca bacaan ringan (seperti komik dan majalah) atau berita. Berdasar dari studi yang dilakukan oleh dr. Nikolaos Scarmeas pada tahun 2001, membaca bisa membantu “cadangan kognitif” untuk menunda demensia.

5.     Belajar sesuatu yang baru: mempelajari sebuah keahlian yang baru membutuhkan kemampuan analitik, seperti mempelajari bahasa baru yang berguna untuk memperoleh keahlian dan pada saat yang sama menggelitik otak. Dengan mempelajari bahasa asing, akan mengaktifkan bagian otak yang tidak pernah Anda pergunakan sejak Anda mulai bisa berbicara. Studi pada tahun 2007 di Universitas 2007 di Toronto menemukan bahwa beragamnya penggunaan bahasa bisa meningkatkan pasokan darah yang dipompa masuk ke dalam otak dan menjaga kesehatan hubungan saraf.

Olah raga untuk otak kanan


1.     Melukis: ketika Anda bilang tidak bisa melukis, itu bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya. Tidak masalah seberapa bagus alasan untuk tidak melakukannya. Tidak masalah seberapa bagus kita melakukannya, segalanya yang Anda gambar merupakan olah raga yang bagus untuk otak kanan. Melukis atau menggambar adalah sebuah cara untuk membayangkan. Jika Anda bingung tentang apa yang harus digambar, cobalah mulai untuk menggambar pemandangan, semangkuk buah, atau menggambar abstraks.

2.     Memainkan game strategi: seperti catur, monopoli atau game komputer yang menggunakan otak kanan, yang membantu Anda berpikir lebih kreatif. Sebuah game mendirikan kota, mengelola ekonomi, pertahanan dan sumber daya alam merupakan game yang baik untuk melatih otak kanan karena Anda perlu berpikir dan membuat segala aspeknya berjalan serempak.

3.     Bernyanyi: menyanyi sesungguhnya tidak begitu secara langsung membuat bekerja otak kanan. Namun, bernyanyi mungkin membantu Anda melihat permasalahan sehari-hari dengan cara yang lain. Menyelesaikan permasalahan merupakan sebuah fungsi dari otak kanan, sehingga dengan bernyanyi tentang sebuah masalah yang Anda hadapi mungkin membantu Anda dalam menemukan jawabannya.

4.      Belajar sesuatu yang baru: sama halnya dengan otak kiri, kita butuh juga belajar akan sesuatu yang baru untuk melatih kemampuan otak kanan. Mulailah dengan membaca sesuatu yang tadinya tidak Anda kenal, misalnya tentang aromatherapy. Ketika Anda mempelajarinya, hubungkan apa yang sedang Anda pelajari dengan apa yang sudah Anda ketahui, sehingga Anda bisa melihat segala hal dari segala sisi. Terlebih, Anda juga bisa belajar bagaimana melukis, memahat, memainkan alat musik.

Di samping hal tersebut di atas, terdapat olah raga otak yang bisa membantu melatih baik otak kanan maupun kiri, seperti:

1.     Biasakan untuk menggunakan tangan kiri pada saat yang sama gunakan tangan kanan:  cobalah untuk melakukan pekerjaan tetap dengan menggunakan tangan yang tidak dominan. Misalnya, jika Anda dominan menggunakan tangan kanan, cobalah gunakan tangan kiri, seperti misalnya dalam menggunakan mouse komputer, menggosok gigi dan menyemir sepatu dengan arah yang berubah. Menurut Franklin Institute, jenis latihan ini bisa memperkuat hubungan saraf dan bahkan membangun saraf baru.

2.     Ubahlah rutinitas: Menurut Lawrence Katz, profesor Neurobiology di Pusat Kedokteran Universitas Duke, mengubah rutinitas dan menjalani cara hidup baru bisa mengaktifkan hubungan otak yang tadinya tidak aktif. Latihan yang bisa Anda lakukan misalnya: mandi dengan mata tertutup atau mendekor ulang kantor atau meja.

3.     Latihan fisik: latihan fisik bisa meningkatkan kesehatan otak karena juga bisa meningkatkan aliran darah menuju otak. Menurut Stanford Center untuk usia lanjut dan Max Plank Institute untuk perkembangan manusia, latihan fisik bisa meningkatkan perhatian, logika dan memori.

4.     Hidup Bersosial: otak bisa diberikan olahraga dengan menjalankan kehidupan sosial Anda, seperti mengunjungi teman. Sebuah studi pada tahun 2006 oleh dr. David Bennet dari Pusat Kedokteran Universitas Rush menemukan bahwa memiliki jaringan sosial bisa melindungi seseorang melawan gejala klinis Alzheimer.

Brain Exercises to Avoid Senility
Cegah Pikun : Olahraga Otak
Ditulis oleh: pada 30 Maret 2012
Rating: 4.5
Judul: Cegah Pikun : Olahraga Otak ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment