Friday, March 30, 2012

Drama Demo Tolak Kenaikan BBM 30 Maret 2012



Juru Bicara Kepresidenan Julian Pasha mengatakan SBY juga akan mengikuti proses pembahasan APBN-Perubahan 2012 di DPR, yang di dalamnya terdapat usulan kenaikan harga BBM. (halaman akan diupdate)



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap melaksanakan tugas kenegaraan di Istana Negara, di tengah gelombang unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM di Jakarta, Jumat (30/3/2012).

"Presiden hari ini sedang bekerja di kantor presiden. Kita tahu nanti siang ada pembahasan APBN-P. Presiden seraya jalankan tugas, akan ikuti proses di DPR-RI," ungkap Julian di kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/3/2012).

"Bagaimanapun pemahasan itu usulan pemerintah revisi APBN 2012. Pembahasan APBN nanti revisi menyangkut beberapa hal tidak hanya kenaikan harga BBM, pembahasan postur anggaran dan asumsi makro, dan pengurangan subsidi energi, terkait kenaikan harga BBM," lanjutnya mengatakan.

Lebih lanjut ia mengatakan presiden akan mengikuti proses di gedung parlemen. Apapun keputusan nanti, pemerintah akan menghormatinya. "Biarkan kita ikuti bersama, pemerintah akan hormati," ujarnya.

Ricuh Demo BBM di Mataram dan Ambon






Jumat, 30 Maret 2012 13:26 WIB

Ribuan Buruh Padati Gerbang DPR Tolak Kenaikan Harga BBM
Jumlah massa yang melakukan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di depan Gerbang DPR RI makin membesar

Jumat, 30 Maret 2012 13:46 WIB

4 Tuntutan Buruh untuk DPR RI:

1. Batalkan rencana kenaikan harga BBM
2. Nasionalisasi aset-aset yang dikuasai asing
3. Tolak APBN yang tidak pro rakyat
4. Berikan upah layak untuk buruh

Jumat, 30 Maret 2012 13:48 WIB

PDIP: Penolakan Kenaikan Harga BBM Tak Bisa Ditawar Lagi
Politisi PDI-Perjuangan dan anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani menyebutkan rapat paripurna, Jumat (30/3/2012) yang akan membahas

Jumat, 30 Maret 2012 13:52 WIB : Heli Meraung-raung di Atas DPR

Jumat, 30 Maret 2012 14:26 WIB : Jalan Tol Depan DPR Ditutup
Ratusan buruh menduduki jalan tol Gatot Subroto di depan gedung DPR. Tampak bendera PPMI, SPN (Serikat Pekerja Nasional).

Jumat, 30 Maret 2012 14:31 WIB : SBY Pantau Paripurna Kenaikan Harga BBM dari Istana Negara

Jumat, 30 Maret 2012 14:34 WIB : SBY Imbau Demo Tidak Anarkis

Jumat, 30 Maret 2012 14:37 WIB : Rapat Paripurna BBM Dihadiri 531 Anggota DPR
Rapat Paripurna perubahan UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 dihadiri 531 anggota DPR RI.

Jumat, 30 Maret 2012 14:41 WIB : Penembakan di Salemba, Komisi III DPR Panggil Kapolri

Jumat, 30 Maret 2012 14:49 WIB : Ketua DPR Marzuki Alie Dikawal 6 Bodyguard

Jumat, 30 Maret 2012 14:50 WIB : 53 Mahasiswa Masih Diperiksa di Mapolda

Jumat, 30 Maret 2012 14:53 WIB : SBY: Semua Kemungkinan Bisa Terjadi

Jumat, 30 Maret 2012 15:14 WIB : Lautan Manusia di Depan Gerbang DPR RI Tutup Jalan Tol

Jumat, 30 Maret 2012 15:23 WIB : Massa Demonstran Berusaha Jebol Pagar DPR
Massa aksi unjuk rasa dari gabungan buruh terus berusaha menembus pagar DPR RI, Jumat siang (30/3/2012) Dengan berbagai alat yang ditemui, mereka terus menggempur pagar untuk menjebolnya.

Jumat, 30 Maret 2012 15:35 WIB : Mahasiswa Samarinda Demo BBM



Jumat, 30 Maret 2012 15:46 WIB : Mahasiswa bangun Tenda di depan Gedung DPR


Jumat, 30 Maret 2012 15:49 WIB : Pagar Gedung DPR Nyaris Jebol

Jumat, 30 Maret 2012 15:58 WIB : PKB Tolak Kenaikan Harga BBM

Ketua Fraksi PKB, Muhammad Toha, dalam Rapat Paripurna pengesehan perubahan APBN 2012 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/3/2012). Tidak perlu merubah Pasal 7 ayat 6 UU No 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 yang mengatur tidak dilakukan kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami bersepakat agar Pasal 7 ayat 6 tidak dihapus. Kami bersepakat agar ditambah Pasal 6a," kata Toha.

"Kami meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM saat ini. Kami meminta pemerintah melakukan penghematan," ujar Toha.

Menurut Toha, sikap fraksinya ini karena mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Sebab, banyak masyarakat yang tidak setuju kenaikan harga BBM tersebut.

Jumat, 30 Maret 2012 15:59 WIB : Mahasiswa Yapim Blokir Jalan

Mahasiswa Yayasan Pendidikan Islam Maros (Yapim) memblokir jalan Dr Ratulangi, persis di depan kampus mereka, Jumat (30/3/2012). Selain membakar ban bekas, mahasiswa juga dan membentangkan spanduk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Beberapa diantara mereka berorasi. Mahasiswa menyandera truk yang melintas. Selanjutnya, truk itu diparkir memalang badan jalan. Tidak semua badan jalan ditutup sehingga kendaraan dari dan menuju ke Kabupaten Pangkep masih bisa melintas. Di lokasi ini terjadi antrian panjang kendaraan.


Jumat, 30 Maret 2012 16:00 WIB : Mahasiswa Jayapura Beraksi di Jalan [Kompas]

Unjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, Jumat (30/3/2012) juga terjadi di Jayapura.

Massa yang terdiri dari beberapa himpunan mahasiswa seperti GMKI, HMI, dan mahasiswa lainnya berjal an dari Abepura menuju Jayapura.

Namun unjuk rasa yang diikuti sekitar 300 peserta itu menghambat mobilitas warga dari Jayapura-Abepura. Mereka berjalan dengan mengambil dua jalur jalan dan tidak menyisakan badan jalan untuk lalu lintas.

Dalam unjuk rasa itu mereka menuntut agar pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak. Selain itu mereka juga menyerukan, jika harga bahan bakar minyak naik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus turun.


Jumat, 30 Maret 2012 16:01 WIB : Pong Harjatmo salami Mahasiswa yang demo BBM [Kompas]

Aktor kawakan Pong Hardjatmo tiba-tiba saja mendatangi para demonstran dari arah dalam gedung DPR/MPR. Dia memberikan dukungan terhadap perjuangan kaum buruh dan mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kedatangan Pong disambut dengan pujian dari para kaum buruh. Pong sempat berkomunikasi dengan ribuan kaum buruh dari balik jeruji pagar gedung DPR setinggi 5 meter.

"Maju terus. Saya dukung teman-teman semua," teriaknya yang langsung disambut sorak sorai para demonstran.

Kendati banyak yang mendukung, beberapa demonstran buruh juga mencibirnya lantaran tak ikut turun ke luar gedung DPR dan bergabung bersama kaum buruh berorasi. "Ayo dong keluar sini buat orasi," teriak salah seorang demonstran.

Namun, Pong tetap tidak turun dan terus menyalami para demonstran sambil mengucapkan dukungannya kepada mereka. Saat ditanyakan wartawa mengapa Pong tak ikut turun berorasi, Pong mengaku dengan usianya yang tak lagi muda cukup sulit baginya melakukan aksi unjuk rasa.

"Itu kan anak muda. Saya sudah enggak pantas naik di atas kendaraan seperti itu. Yang penting kan tuntutan rakyat bisa dipenuhi tanpa ada yang aneh-aneh," ujar Pong.

Dia berharap agar aksi unjuk rasa kali ini benar-benar untuk menolak kenaikan harga BBM, dan bukan untuk agenda lainnya. "Jangan sampai ada penumpang gelap yang akhirnya merugikan mahasiswa atau yang demo saat ini," kata Pong.

Seusai memberikan pernyataan di hadapan media massa, Pong langsung digiring aparat pengamanan DPR. "Mau dibawa kembali ke mobilnya. Enggak ada masalah," tutur salah seorang anggota keamanan.

Jumat, 30 Maret 2012 16:03 WIB : PPP Minta Kenaikan Harga BBM Ditunda


Jumat, 30 Maret 2012 16:03 WIB : Mahasiswa Blokir Stasiun KA Purwokerto

Di Purwokerto, ratusan massa pendemo menduduki Stasiun Kereta Api (KA) Purwokerto. Akibatnya, beberapa perjalanan terganggu. "Kawan-kawan, solidaritas aksi mahasiswa Purwokerto memblokade Stasiun Purwokerto, kereta berhenti, Taksaka dan Sawunggalih," kata Febri, koordinator aksi kepada Tribunnews.com, Jumat (30/3/2012). Febri mengatakan, saat ini ratusan massa melakukan aksi duduk di rel kereta api Stasiun Purwokerto. "Kawan-kawan menduduki rel kereta. Hidup rakyat, semoga kawan-kawan selamat dan dilindungi Tuhan," pungkasnya.










Jum'at, 30 Maret 2012 16:06 wib : Okezone, Kapolres dan Wakapolres dilempari batu di Palopo

Aksi unjuk rasa mahasiswa di Palopo, Sulawesi Selatan, berlangsung rusuh. Ratusan mahasiswa terlibat bentrok dengan polisi dan Satpol PP, setelah massa merusak Gedung Balai Kota Palopo di Jalan Andi Djemma.

Bahkan, Kantor DPRD Palopo di belakang kantor wali kota ikut dirusak massa. Kantor dewan rusak parah akibat dilempari batu. Kaca masjid DPRD pecah berantakan, dan mobil dinas anggota dewan dari Partai Demokrat, Marthen Paelongan yang diparkir di halaman masjid, dirusak.

Kericuhan semakin melebar, tidak hanya antara polisi dengan mahasiswa. Masyarakat yang bermukim di sekitar Kantor DPRD, di Jalan Anggrek, ikut melawan pengunjuk rasa.

Warga geram karena rumah mereka dan sebuah masjid di belakang kompleks DPRD rusak terkena lemparan batu mahasiswa.

Bentrok yang pecah usai salat Jumat itu, juga melukai Kapolres Palopo AKBP Muhammad Fajaruddin dan Wakapolres Kompol Abire. Kaki kanan Wakapolres luka memar sedangkan Kapolres luka memar tangan kanan.

Ajudan Wali Kota Palopo, Iwan, dilarikan ke RS Atmedika akibat wajahnya terkena batu. Iwan ikut mengejar dan melempari pengunjuk rasa yang bermarkas di Kampus Universitas Cokroaminoto.

Informasi diperoleh dari lokasi, delapan mahasiswa dirawat di RS Atmedika akibat luka. Salah seorang korban, Isnul, yang juga koordinator dari Aliansi Mahasiswa Palopo (Ampo) mengalami luka parah di kepala, wajah, dan kaki.

“Kita sayangkan bentrokan ini, karena mahasiswa sejak melakukan aksi demonstrasi melakukan tindakan anarkistis dengan merusak kantor wali kota dan DPRD. Bentrokan semakin meluas karena melibatkan masyarakat Perumahan Anggrek karena rumah mereka rusak terkena lemparan batu,” kata Kapolres Fajaaruddin, Jumat (30/3/2012).

Untuk mengamankan bentrokan ini, Polres Palopo meminta bantuan dari Brimob Kompi C Baebunta, Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Sebanyak dua pleton pasukan Brimob diterjunkan ke lokasi bentrokan.


Jumat, 30 Maret 2012 16:07 WIB : Meski Hujan Mahasiswa Banjarmasin Demo BBM [Kompas]

Hujan yang turun Jumat (30/3/2012) sore, tidak menyurutkan minat dua kelompok mahasiswa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan minyak.

Aksi oleh kelompok pertama dilakukan sekitar 30 orang dari Badan Eksekutif Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Universitas Islam Kalimantan di halaman Balai Kota Banjarmasin. Sedang kelompok kedua dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel di jalan depan Kantor DPRD Kalsel.

Kedua aksi berlangsung tertib. Di halaman Balai Kota Banjarmasin pengunjuk rasa membubarkan diri setelah sempat berdialog sejenak dengan Wakil Walikota Banjarmasin Irwan Ansyari. Sedang massa HMI sempat salat berjamaan di badan jalan.

Dalam aksinya, BEM Universitas Lambung Mangkurat mengeluarkan lima pernyataan sikap, yakni 100 persen menolak kenaikan harga bahan bakar, percepat realisasi program diversifikasi, transparansi dan nasionalisasi aset energi nasional dan daerah, hentikan kebocoran dana APBD dan APBN, serta jaga stabilitas harga bahan pokok.




Jumat, 30 Maret 2012 16:11 WIB Mahasiswa Medan Bakar Pos Polisi [Tribun]

Ratusan mahasiswa merusak lalu membakar pos polisi Polsek Medan Baru di Jalan Kapten Pattimura, tidak jauh dari simpang Jalan Jend Sudirman, Medan, Jumat (30/3/2012) sekitar pukul 14.50 WIB. Tidak terlihat polisi di lokasi itu. Ada dua anggota Brimob namun memantau dengan menaiki sepeda motor. Jarak mereka dengan pos polisi sekitar 100 meter. Karena dikejar mahasiswa, keduanya tancap gas.



UHN demo Tolak kenaikan harga BBM



Jumat, 30 Maret 2012 16:16 WIB : Demo BBM ditunggangi FPI di Jakarta





Jumat, 30 Maret 2012 16:17 WIB : Skorsing Rapat, Marzuki Alie Diprotes

Jumat, 30 Maret 2012 16:20 WIB Demo BBM, Mahasiswa Coba Lumpuhkan Bandara Polonia Medan

Sedikitnya 300 mahasiswa mencoba melumpuhkan operasional Bandara Polonia Medan, Jumat (30/3/2012) siang. Dalam aksinya, mahasiswa berupaya menembus blokade petugas kepolisian dan pasukan TNI yang bersiaga di pintu masuk menuju kawasan bandara.

Upaya mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki kawasan Bandara Polonia Medan tidak membuahkan hasil. Jumlah personel keamanan yang bersiaga depan perempatan Jl. Imam Bonjol dan Jl. Juanda, sekitar 300 meter sebelum bandara, jauh lebih banyak dibanding massa mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa kembali mencoba menerobos blokade petugas dengan menaiki sepeda motor. Namun aksi mahasiswa ini kandas setelah petugas mengerahkan truk yang dilengkapi kawat berduri sehingga mahasiswa tidak dapat melintas.

Gagal memasuki kawasan bandara, mahasiswa kemudian menggelar aksi bakar kayu di tengah perempatan jalan dan melarang pengendara melintas di kawasan tersebut. Akibatnya, petugas terpaksa mengalihkan arus kendaraan ke Jl. Brigjen Katamso.

Jumat, 30 Maret 2012 16:21 WIB : KAP-BSU Buka Posko Mimbar Bebas

Komite Aksi Pekerja-Buruh Sumatera Utara (KAP-BSU) membuka posko mimbar bebas di Jalan SM Raja, persis di depan Makam Pahlawan Medan, Jumat (30/3/2012) siang ini.

"Sekitar jam dua siang nanti kita mulai. Siapa saja boleh menyampaikan pemikiran dan keluhannya tentang kenaikan harga BBM," jelas Humas KAP-BSU, Heri.

Menurutnya, posko mimbar bebas dibuka siang ini hingga besok. Hari ini, selain mahasiswa ada juga tokoh politik berorasi.

"Siapa saja boleh berorasi, termasuk juga dari organisasi-organisasi wartawan. Besok, rencananya akan diisi oleh tokoh nasional," katanya.

Jumat, 30 Maret 2012 16:24 WIB : Mahasiswa Bergeser ke Sanggar Milik Ratna Sarumpaet



Jumat, 30 Maret 2012 16:30 WIB : Rieke: Ketok Palu Harga BBM Langsung Naik

Politisi dari partai PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka yakin kalau harga BBM akan naik. Meski banyak fraksi yang masih menolak untuk menaikan harga BBM, namun Rieke berpendapat bahwa harga BBM akan dinaikan saat keputusan dalam rapat paripurna.

"Meskipun mereka menolak kenaikan BBM, begitu ini ketok palu harga BBM naik, walaupun mereka (fraksi-fraksi)teriak-teriak menolak menaikan harga BBM,"ujar Rieke Diah Pitaloka di luar ruangan rapat paripurna, Jum'at (30/3/2012).

Alasan Rieke berpendapat seperti itu, karena ia melihat ada skenario mengenai harga Indonesian Crude Price (ICP). Harga ICP saat ini telah mencapai 105 dollar AS, dan dalam kebijakannya banyak fraksi ingin menunda kenaikan harga BBM karena harga ICP belum naik.

Dalam sidang paripurna, Rieke Diah Pitaloka melihat banyak fraksi yang mengatakan untuk menunda kenaikan harga BBM, karena menunggu harga ICP naik sampai 5 persen atau 10 persen.

"Fraksi a dan fraksi b menolak lalu ayat 6 A menyerahkan kepada pemerintah untuk menyesuaikan penyesuaian harga ICP naik 5 persen, 10 persen. Itu artinya mereka masih setuju kenaikan harga BBM,"ungkap Rieke.

Jumat, 30 Maret 2012 16:31 WIB : Kereta Api Jogja - Purwokerto Lumpuh

Massa nekat menduduki jalur kereta api di setalah Stasiun Purwokerto sejak pukul 13.00 WIB. Mereka membakar ban dan setidaknya lima pembatas jalan dari plastik. Api membubung tinggi hingga saat ini.

Menurut Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional V Purwokerto, Surono, blokade rel kereta tersebut, menyebabkan operasional kereta api di jalur utama selatan Jawa. "Saya menyesalkan aksi mahasiswa ini, karena sudah termasuk mengganggu fasilitas umum," katanya.

Hingga pukul 16.00 WIB, aksi pendudukan jalur kereta api ini masih berlanjut, mahasiswa sempat menggelar shalat Ashar di perlintasan kereta api.

Mahasiswa berencana menggelaar aksi hingga malam hari untuk mengawal sidang paripurna pemutusan kenaikan harga BBM.

Saat ini, aksi pendudukan rel kereta api masih dilakukan massa. mereka berorasi bergantian. beberapa elemen yang bergabung yakni PMII, PMKRI, dan KAMMI. Aksi tersebut masih dijaga ratusan polisi (Kompas)





Jumat, 30 Maret 2012 17:00 WIB : FPI menunggangi Demo BBM (Nggak punya rasa toleransi)






Jumat, 30 Maret 2012 17:01 WIB : Polisi Main Domino Sambil Tunggu Demonstran


Jumat, 30 Maret 2012 17:03 WIB : Habib Rizieq Pimpin Salat di Depan Istana

Di depan Istana Presiden, massa melaksanakan salat ashar berjamaah, yang dipimpin Habib Rizieq, Jumat (30/3/2012) sore. Selesai berdoa, terdengar teriakan dari pengawal, bahwa Habib sedang kurang sehat, "beri jalan!"

Massa menuntut kubur demokrasi liberal, umat Islam harus bisa bangkit menegakkan syariat Islam. Dalam orasinya, massa menginginkan pembubaran antek-antek liberal, pembubaran Ahmadiyah, isu penegakan syariah, serta menuntut SBY-Boediono turun.

Orator dari Cianjur meneriakan kemarahan kepada kapolda dan wakapolda Jawa Barat, karena melindungi Ahmadiyah. Polisi tampak berjaga disekitar massa, khususnya yang ke arah Istana


Jumat, 30 Maret 2012 17:05 WIB Demonstran Kuasai Depan DPR, Jl Gatot Subroto Lenggang

Ribuan demonstran yang terdiri dari mahasiswa, buruh, nelayan dan aktifis LSM memenuhi jalan Gatot Subroto di depan DPR RI. Jalan tol dalam kota di depan DPR RI pun juga dikuasai demonstran.

Walhasil, polisi pun lantas menutup pintu tol mulai dari seberang Mapolda Metro Jaya maupun Slipi. Jalan tol yang biasanya padat pun menjadi kosong-melompong.

Sedangkan Jl Gatot Subroto, ditutup polisi persis di bawah fly over Taman Ria Senayan.

Imbas dari demonstrasi ini, Jl Gatot Subroto dari arah Pancoran menunju DPR RI kini lengang. Pengendara kendaraan bermotor dapat memacu kendaraannya di atas kecepatan di atas 80 km /jam.

Polisi mengalihkan pengguna jalan dari Jl Gatot Subroto berbelok ke kiri menuju arah TVRI. Kemacetan baru terjadi di belakang Gedung DPR RI. Jl Arteri menuju Pondok Indah di seberang Kementerian Kehutanan juga macet parah.

Jumat, 30 Maret 2012 17:09 WIB Mahasiswa GMKI Bakar Kayu di Salemba

Jumat, 30 Maret 2012 17:16 WIB Pramono Anung Tinggalkan Ruang Lobi


Jumat, 30 Maret 2012 17:27 WIB Pagar-pagar DPR RI Sudah Dirubuhkan Demonstran

Pagar di depan DPR RI mulai dirobohkan mahasiswa. Jika sebelumnya hanya satu pagar sebelah kiri, kini empat pagar di sebelah kanan gerbang utama DPR RI telah berhasil dirobohkan massa.

Upaya merobohkan pagar-pagar DPR tersebut dilakukan setelah massa beberapa jam menggoyang-goyang pagar. Demonstran akhirnya berhasil merobohkan lima pagar. "Hore," sorak pendemo ketika berhasil menjebol pagar.

Kini para demonstran semakin giat merubuhkan pagar yang tingginya sekitar lima meter tersebut. Dengan alat seadanya mereka menarik pagar supaya rubuh.

Di gerbang DPR, ribuan massa bertahan untuk menunggu kepastian para anggota DPR menentukan harga BBM apakah naik atau tidak.

Polisi kini bersiap-siap untuk mengantisipasi massa yang akan merangsek masuk ke dalam komplek DPR RI.

Hingga saat ini demonstrasi masih berlangsung aman, meskipun beberapa kali sempat terjadi pelemparan terhadap petugas polisi

Jumat, 30 Maret 2012 17:32 WIB Demo di UIN Jalan Solo Yogyakarta




Jumat, 30 Maret 2012 17:33 WIB Habib Rizieq Provokasi Massa Terobos Istana



Jumat, 30 Maret 2012 17:37 WIB Ribuan Mahasiswa Makassar Tutup Akses Jalan Menuju Kota

Jumat, 30 Maret 2012 17:37 WIB Demonstran Sukses Jebol Pagar DPR: Hore, Revolusi !

Lima pagar DPR RI telah roboh akibat ditarik paksa demonstran yang menolak kenaikan harga BBM, Jumat (30/3/2012). Demonstran pun berterioak kegirangan dan meneriakkan yel-yel revolusi.

"Horee..Revolusi, revolusi," teriak berulang-ulang dari demonstran.

Meski berhasil menjebol pagar DPR RI, massa tetap mengontrol diri. Mereka tidak memaksakan masuk ke komplek DPR RI yang kini dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Orator memberikan ultimatum agar anggota DPR membatalkan rencana kenaikan harga bbm.

Batas ultimatum adalah pukul 17.30 WIB. "Jika sampai pukul 17.30 WIB belum ada keputusan, kami akan masuk ke DPR," teriak orator.

Massa buruh kini berusaha merobohkan pagar utama DPR sembari diiringi musik.


Jumat, 30 Maret 2012 17:49 WIB Mahasiswa Makassar Bersenjata Panah

Betrokan mahasiswa dengan aparat keamanan di Makassar berlanjut sampai siang ini, Jumat (30/3/2012). Mahasiswa melempari polisi dengan batu. Bahkan, ada mahasiswa bersenjata panah.

Aksi mahasiswa terkonsentrasi pada lima titik, yaitu kampus Universitas Negeri Makassar, kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Lapangan Karebosi. Mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Aparat yang berjaga di Kantor Gubernur Sulsel dilempari batu oleh mahasiswa yang mengenakan atribut UMI. Jarak Kampus UMI dan Kantor Gubernur Sulsel yang sama-sama terletak di Jalan Urip Sumiharjo, hanya 100 meter.

Pada pukul 17.30 WITA, di pintu keluar Kantor Gubernur Sulsel, mahasiswa melempar batu menembak panah.

Sebanyak 200 mahasiswa berusaha masuk Kantor Gubernur Sulsel namun dihalau petugas.

Sekitar 200 mahasiswa dari Universitas Indonesia Timur merusak pintu dua DPRD Provinsi Sulsel dan membakar ban.

Di depan Lapangan Karebosi, mahasiswa Universitas Sawerigading membakar ban dan menutup jalan. Hingga saat ini bentrokan masih terjadi.



Jumat, 30 Maret 2012 17:56 WIB Hasil Lobi: DPR Siap Voting Kenaikan Harga BBM

Jumat, 30 Maret 2012 17:57 WIB Satu Mahasiswa PMII Makassar Tertembak

Satu mahasiswa anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar tertembak saat berunjukrasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan flyover, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Jumat (30/3/2012) petang.

Korban yang belum diketahui identitasnya menderita luka tembak di bagian paha. Korban suda dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina di Jalan Urip Sumiharjo.

"Kader PMII Cabang Makassar telah menjadi korban kebiadaban aparat TNI dan Polri hari ini di flyover. Salah satu kader PMII tertembak di bagian paha dan sekarang dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina," kata Budhy, Ketua I PMII Cabang Makassar melalui pesan singkat, malam ini.

Massa PMII melakukan unjuk rasa di depan Kampus UMI Makassar. Aksi yang sama mereka lakukan di Kantor DPRD Sulsel
.

Jumat, 30 Maret 2012 17:59 WIB Tembok Gerbang Utama Gedung DPR Dirobohkan Pendemo





Jumat, 30 Maret 2012 18:00 WIB Demo Paksa Dua Koridor Transjakarta Ditutup


Jumat, 30 Maret 2012 18:06 WIB Pagar DPR Jebol, Demonstran Teaterikal di Depan Polisi

Ribuan demonstran di depan DPR RI berhasil merobohkan pagar DPR. Pintu gerbang DPR pun kini telah terbuka lebar. Demonstran sudah berhadap-hadapan langsung dengan polisi karena pagar dan pintu gerbang sudah terbuka, Jumat (30/3/2012). Hingga kini, demonstran dan polisi masih bisa menahan diri. Ratusan polisi bersenjata pentungan dan tameng juga sudah bersiap siaga di dalam komplek Gedung DPR RI. Tiga mobil watercanon pun juga sudah disiapkan. Di sela-sela suasana tegang tersebut, puluhan buruh yang sempat masuk ke halaman komplek DPR membawa keranda bertuliskan korban kenaikan BBM. Mereka sempat melakukan aksi teatrikal di depan ratusan polisi bersenjata tameng dan pentungan.

Jumat, 30 Maret 2012 18:10 WIB Golkar Setuju Naikan Harga BBM Bila ICP Naik 15 Persen

Jumat, 30 Maret 2012 18:12 WIB Mahasiswa dan Polisi Bentrok di Flyover Makassar

Dari atribut yang dibawa, diketahui mahasiswa berasal dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas 45, PMII. Salah seorang demonstran mengabarkan mahasiswa berusaha melawan aparat dengan batu. Petugas kepolisian juga mengerahkan mobil rantis dan water canon untuk membubarkan massa yang berdemonstrasi sejak siang tadi

Jumat, 30 Maret 2012 18:12 WIB Gerbang Kantor BNI Dikunci Rapat

Jumat, 30 Maret 2012 18:14 WIB Habib Rizieq: Kami Siap Angkat Senjata Lawan SBY

Menjelang memasuki waktu Maghrib, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, menegaskan pihaknya siap angkat senjata untuk melawan rezim Presiden SBY jika terus menembaki dan memukuli rakyat.

"Jangan sekali-kali SBY gunakan polisi dan tentara untuk menembak dan membunuh rakyat! Kalau SBY umumkan perang melawan rakyat, maka kami akan angkat senjata untuk melawan SBY!" tegas Habib Rizieq, Jumat (30/3/2012) didepan Istana Negara.

Habib Rizieq mengatakan jika pemerintah melakukan kekerasan terhadap rakyat dan mahasiswa, sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk melawan rezim SBY.

"Bila kondisi bertambah gawat, kami angkat senjata dan serbu Istana. DPR juga jangan mendukung partai yang zalim, jangan dukung mereka! Mereka yang mendukung kenaikan harga BBM adalah musuh bangsa dan negara!" kata Habib Rizieq.

Pantauan Tribunnews.com, Habib Rizieq menginstruksikan massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) untuk mengambil air wudhu karena sudah memasuki waktu salat Maghrib.

"SBY tidak tahu diri dengan menggunakan polisi dan tentara untuk melawan rakyat. Dalam waktu satu jam, berkumpul lagi disini," tandasnya.

Jumat, 30 Maret 2012 18:23 WIB Demonstran: Jangan Bubarkan Paksa, Kami Tunggu Hasil DPR

Jumat, 30 Maret 2012 18:23 WIB LBH Monitoring Pelanggaran HAM TNI/Polri di Makassar

Jumat, 30 Maret 2012 18:30 WIB Tunggu Keputusan DPR, Demonstran Salat Maghrib



Jumat, 30 Maret 2012 18:30 WIB Makassar Hujan Tak Menyurutkan Mahasiswa Berhenti Demo

Jumat, 30 Maret 2012 18:30 WIB PP Parmusi: SBY Tidak Peka Aspirasi Masyarakat

Rencana Pemerintah SBY-Boediono untuk mengurangi subsidi BBM dan selanjutnya menaikkan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2012 mendatang, menunjukkan bahwa pemerintahan SBY-Boediono tidak peka dengan kondisi ekonomi masyarakat dan tidak kreatif dalam melindungi kepentingan rakyat. Adalah kewajiban pemerintah memberikan subsidi kepada warga Negara sebagai pertanggungjawaban terhadap konstitusi. Pengurangan anggaran subsidi kepada rakyat dalam APBN, semakin memperjelas bahwa pemerintah SBY-Boediono mempraktekkan ideologi ekonomi Neoliberal dan meninggalkan ideologi bangsa yaitu Pancasila.

Membengkaknya subsidi BBM dalam APBN bukanlah karena harga Minyak mentah dunia yang terus naik atau subsidi BBM yang salah sasaran akan tetapi lebih karena pengelolaan energi yang kurang efisien dan liberalisasi sektor pertambangan dan energi. Sebagai bangsa yang kaya sumber energi dan mineral ternyata tata kelola energi kita masih banyak bergantung dengan pihak asing (88,8 % dari 275 wilayah pertambangan Migas dikuasai asing). Akibatnya, kekayaan bangsa ini lebih banyak dinikmati oleh pihak asing daripada untuk kemakmuran rakyat Indonesia sebagaimana diamanahkan dalam pasal 33 ayat 3 UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Sehubungan dengan reaksi mahasiswa, masyarakat dan partai politik yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM, maka dengan ini Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI) menyatakan sebagai berikut;

1. Mendukung sepenuhnya perjuangan segenap elemen dan komponen bangsa yang dipelopori mahasiswa untuk menolak rencana kenaikan harga minyak sebagaimana direncanakan pemerintah.

2. Mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Fraksi di DPR yang konsisten menolak kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi dalam Sidang Paripurna DPR Jum’at (30/3/2012).

3. Pemerintah SBY-Boediono dalam merumuskan kebijakan yang langsung menyentuh sendi kehidupan masyarakat luas harus selalu mendengarkan aspirasi masyarakat, karena kepentingan publik harus menjadi komitmen utama daripada kepentingan yang lain.

Jakarta, 30 Maret 2012

Pengurus Pusat persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi)

Drs.H. Imam Suhardjo HM
Sekretaris Jenderal

Jumat, 30 Maret 2012 18:46 WIB Demonstran di DPR Bikin Gaduh dengan Pukuli Tiang Listrik

Jumat, 30 Maret 2012 18:55 WIB Aksi di Depan Gedung DPR Mulai Memanas [Tribun]

Situasi aksi di depan gedung DPR mulai memanas. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, serikat pekerja, buruh, nelayan dan aktifis kembali mencoba masuk ke Komplek DPR. Sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya mereka mulai merangsek masuk melalui pagar yang telah dirobohkan dan pintu gerbang utama yang sudah dibuka lebar-lebar.

Sementara itu aparat keamanan di dalam gedung DPR yang terdiri dari kepolisian dan pengamanan dalam (pamdal) DPR mulai bersiap menahan peserta aksi. Sebagian massa lain, mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk menunggu hasil rapat Paripurna DPR menuntukan jadi tidaknya harga BBM.

Di luar gedung DPR RI, massa menerikan yel-yel revolusi sambil memukul-mukul tiang listik dan pagar besi dengan kayu.
Demonstran terus berusaha merangsek ke dalam komplek DPR. Mereka juga meneriakkan agar polisi mundur. Dan orator tetap berusaha mengendalikan massa.








Jumat, 30 Maret 2012 18:55 WIB Mulai terjadi aksi Bentrok di DPR



Suasana di gedung DPR sepertinya makin memanas karena massa yang terdiri dari berbagai elemen sudah berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian yang berjaga-jaga. Massa yang didominasi dari elemen buruh dan mahasiswa terus berusaha untuk lebih masuk ke dalam gedung DPR. Saat ini, massa masih berada di dekat pintu gerbang gedung parlemen.

Mulai terlihat juga aksi perusakan pot bunga dan pelemparan yang muncul dari massa. Sementara itu, water canon milik kepolisian mulai dinyalakan dan aparat keamanan berusaha sedemikian rupa menahan agar mahasiswa tidak masuk.



Jumat, 30 Maret 2012 18:57 WIB Setelah Dilobi, PKB Merapat ke Demokrat Lagi

Jumat, 30 Maret 2012 19:02 WIB Polisi dan Demonstran Tunggu Keputusan DPR

Jumat, 30 Maret 2012 19:26 WIB Bubarkan Masa di Gerbang DPR Seperti Pesta Kembang Api

Jumat, 30 Maret 2012 19:30 WIB Hitungan Ketiga Tembakan Polisi Menggelegar ke Arah Massa

Jumat, 30 Maret 2012 19:33 WIB Polisi Hujani Demonstran dengan Gas Air Mata

Jumat, 30 Maret 2012 19:44 WIB Massa Buruh Mundur Tertib ke Senayan

Jumat, 30 Maret 2012 19:52 WIB Dipukul Mundur Aparat, Pendemo Masih Berusaha Melawan





Jumat, 30 Maret 2012 20:06 WIB Demonstran Tetap Bertahan Meski Dihujani Gas Air Mata

Jumat, 30 Maret 2012 20:07 WIB Polisi Tahan 23 Demonstran di Makassar

Jumat, 30 Maret 2012 20:09 WIB Wartawan Berita Satu Kepala Bocor Terkena Batu

Juru Kamera media Berita Satu, Fahrizal Lubis mengalami pendarahan parah di kepala. Wartawan yang akrab dipanggil Rizal itu terkena lemparan bongkahan batu besar saat demonstrasi berlangsung di depan gerbang gedung DPR. Rizal merupakan korban dari salah lempar seorang massa yang datang untuk berunjuk rasa di depan pintu DPR. Menurut Rizal, batu besar tersebut ditujukan kepada polisi yang sedang mengamankan gerbang gedung DPR.

"Tadi pas ada kerusuhan Resmob mencoba mengejar massa yang datang. Terus saya kejar, tiba-tiba massa menyerang balik dengan melempari batu," ujar Fahrizal saat dibawa ke ruang pressroom DPR RI, Jum'at (30/3/2012).

Saat terkena batu itu, kepala Rizal langsung mengalami pendarahan yang sangat parah. Rizal pun harus dijahit sebanyak empat jahitan di kepalanya.

"Tadi ada tim medis dari Polri yang jahit kepalanya. Sekarang Rizal sudah dipulangin,"ujar salah seorang teman Rizal yang juga wartawan DPR.

Jumat, 30 Maret 2012 20:13 WIB Gatot Subroto Arah Semanggi-Slipi dan Sebaliknya Lumpuh

Jumat, 30 Maret 2012 20:30 WIB Bakar Semangat, Mahasiswa Nyanyikan Lagu Kebangsaan



Jumat, 30 Maret 2012 20:30 WIB Massa Mundur ke Bawah Fly Over Senayan

Jumat, 30 Maret 2012 20:43 WIB Lima Demonstran Ditangkap dari Sekitar Fly Over Senayan

Jumat, 30 Maret 2012 21:04 WIB Terkena Gas Air Mata Reporter TVOne Pingsan

Reporter TVOne Makassar Andi Kumala harus dibopong lantaran terkena gas air mata yang ditembakan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulselbar, Jumat (30/3/2012) malam. Tembakan gas air mata itu untuk membubarkan bentrokan antara mahasiswa dengan aparat keamanan di Jalan Urip Sumiharjo, Makassar.

Andi Kamla yang biasa disapa Mala terjebak dalam kerumunan massa mahasiswa yang tergabung dengan masyarakat setempat.
"Saya sempat pingsan karena sesak nafas setelah terkena tembakan gas air mata," ujar Mala.

Bentrokan ini masih terus berlangsung antaran warga, mahasiswa dan polisi. Peristiwa ini sudah berlangsung kurang lebih satu jam, dimulai pukul 19.00 WITA.

Jumat, 30 Maret 2012 21:08 WIB Polisi Amankan Puluhan Demonstran di DPR


Jumat, 30 Maret 2012 21:17 WIB Massa Bubar, Polisi Kembali ke Gedung DPR

Aparat kepolisian berhasil menangani kelompok massa yang didesak mundur ke arah Senayan, Jumat (30/3/2012) malam. Massa akhirnya membubarkan diri setelah sempat melawan aparat dengan melempar batu.

Saat mendorong demonstran ke arah jembatan Senayan, sejumlah demonstran justru berlari ke arah Gedung DPR melalui tol dalam kota. Aksi nekat itu membuat polisi bergerak membekuk demonstran tersebut. Salah satu pengunjuk rasa diamankan dalam kejadian itu.

Sementara itu, aksi massa yang berkumpul di kolong jembatan Semanggi berlangsung selama satu jam. Perlawanan massa berakhir setelah aparat kepolisian membalas lemparan batu dengan hujan gas air mata dan kembang api. Seluruh arus lalu lintas dari arah Semanggi maupun sebaliknya lumpuh total, baik di Jalan Gatot Soebroto maupun di ruas tol dalam kota.

Beberapa pengemudi kendaraan yang hendak melintas ke depan Gedung DPR/MPR dialihkan dari flyover Senayan ke Jalan Gerbang Pemuda. Setelah demonstran membubarkan diri, polisi langsung kembali ke Gedung DPR beserta dengan kendaraan taktis barakuda dan water cannon. Polisi mengamankan 7 orang demonstran yang merupakan gabungan antara buruh dan mahasiswa ini.

Sementara itu, aksi menghalau demonstran ke arah Slipi hingga kini terus berlangsung. Polisi tampak berkali-kali menembakkan gas air mata dan kembang api di sekitar jembatan Slipi. Tampak satu orang mahasiswa diamankan dari kelompok demonstran ini.

Jumat, 30 Maret 2012 21:13 WIB Wakil Ketua DPR Abaikan Telepon Para Menteri Koordinator

Rapat paripurna DPR RI di Gedung DPR Jakarta, Jumat (30/3/2012) malam masih diskorsing. Lobi intensif diantara para petinggi partai masih terus terjadi. Lobi digelar di lantai 2 Gedung Nusantara I DPR. Hadir Ketua DPR RI Marzuki Alie, dan perwakilan sembilan fraksi di DPR.

Ddi tengah lobi, utusan Fraksi Gerindra, PDIP, dan Hanura meninggalkan ruang lobi, karena tidak sepakat dengan usulan parpol koalisi yang hendak menaikkan harga BBM.

Di tengah lobi, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso tidak mau ambil pusing mengikuti jalannya lobi. Sore tadi dia keluar dari ruang lobi dan memilih berdiskusi dengan wartawan.

"Saya banyak ditelepon. Menko-menko (menteri koordinator)," kata Priyo.

Entah apa maksud para menteri dalam Pemerintahan SBY itu meneleponnya. Namun, yang jelas Priyo tidak mau ambil pusing. Dia memilih tidak mengangkat telepon ketika telepon selulernya berbuny
i.

Jumat, 30 Maret 2012 21:20 WIB Tiga Orang Penantang Polisi Ditangkap

Jumat, 30 Maret 2012 21:25 WIB Polisi Ciduk Demonstran Satu per Satu

Aparat kepolisian mulai bertindak beringas. Satu per satu pengunjuk rasa yang beraksi di depan Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/3/2012) sore, diciduk dan belum diketahui keberadaannya.

"Ada dua demonstran dari Front Oposisi Indonesia diciduk aparat. Kami kehilangan kontak dengan mereka," kata Rizal, Koordinator KASBI (Konfederasi Aliansi Buruh Indonesia) kepada pers di gedung DPR.

Menurut Rizal, polisi tidak pandang bulu. Beberapa pengunjuk rasa dari kaum perempuan buruh lari tunggang-langgang dikejar aparat sore tadi untuk menjauhi gedung DPR.

"Kami diserang dengan gas air mata. Di seberang jalan kami melihat ada anak kecil digendong, pingsan di dekat mobil Tv One," tuturnya.

Jumat, 30 Maret 2012 21:31 WIB Pasukan Yonif 700 Raiders Diturunkan Atasi Kerusuhan di Makassar

Jumat, 30 Maret 2012 21:37 WIB Alat Setrum Digunakan untuk Halau Mahasiswa

Seorang oknum polisi menggunakan alat setrum, saat menghalau mahasiswa yang berdemonstrasi yang berakhir ricuh, di depan Gerbang DPR RI, Jumat (30/3/2012).

Kejadian bermula saat beberapa orang di-sweeping petugas yang sedang berusaha mengejar massa demonstran, di depan JCC Senayan, Jakarta.

Saat pengejaran, petugas menemukan ada jaket kuning dalam tas milik seorang orang yang di-sweeping petugas.

Pantauan Tribunnews.com, terlihat satu di antara petugas mengeluarkan alat setrum dan mengarahkan ke arah punggung mahasiswa tersebut.

Sang mahasiswa langsung lemas dan terjatuh, kemudian segera dibawa petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Jumat, 30 Maret 2012 22:45 WIB Mahasiswa Bertahan di Gedung Sekretariat GMKI

Jumat, 30 Maret 2012 22:47 WIB Kantor dan Mobil Polisi di Pejompongan Dirusak Demonstran

Jumat, 30 Maret 2012 22:58 WIB Sidang Paripurna DPR Dimulai dengan Hujan Interupsi

Jumat, 30 Maret 2012 23:01 WIB Polisi Temukan Sekardus Bom Molotov di Sekretariat GMKI
Seusai mendobrak Sekretariat GMKI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat secara beringas, polisi menemukan sekardus kemasan air mineral gelas dari dalam sekretariat, Jumat (30/3/2012) malam.

Aparat kepolisian masuk dengan dibantu lampu penerangan dari kamera wartawan televisi.

Saat keluar, aparat kepolisian membawa satu kardus yang mencurigakan. Ketika dikeluarkan, ternyata isinya adalah bom molotov, namun tidak diketahui berapa jumlahnya.

Jumat, 30 Maret 2012 23:13 WIB Kapolri : Pembubaran Demonstran di DPR Sesuai Prosedur

Timur Pradopo tiba di DPR sekitar pukul 20.45 WIB, didampangi Kapolda Metro Jaya Irjen Untung Radjab. Kapolri melihat keadaan anak buahnya di lapangan dan memantau keadaan di depan gedung wakil rakyat berkantor.

"Saya kira semua pendemo dan aparat harus ikuti aturan main ya, itu sudah sesuai denga SOP-nya pembubaran secara paksa," kata Timur di DPR/MPR RI, Jumat, (30/3/2012).

Menurut Kapolri, pihaknya sudah melakukan mediasi supaya massa tidak merusak fasilitas negara, namun massa tidak menghiraukan imbauan polisi, sehingga tidak bisa di toleransi lagi.

"Kita sudah kawal mereka, tapi kenapa tidak mau sedangkan sudah dilakukan mediasi secara baik-baik," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Kapolda Irjen Pol Untung S Rajab, menurutnya pendemo sudah menuju tindak pidana sehingga harus dibubarkan.

"Karena sudah brutal dengan merobohkan pagar dan maju ke depan (polisi lakukan penembakan gas air mata)," ungkapnya.

Jumat, 30 Maret 2012 23:39 WIB Ratusan Polisi Masih Mensterilkan Kawasan RSCM

Jumat, 30 Maret 2012 23:42 WIB 19 Orang Terluka Akibat Bentrok di DPR

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rudy Herdisampurno di DPR RI.

"Wartawan satu orang, polisi tiga orang, mahasiswa satu orang, dan 15 warga," jelasnya.

Menurutnya korban luka-luka tersebut kini telah mendapatkan perawatan di rumah sakit Mintiharjo dan pos DPR RI. "Luka ringan semua," ujarnya.

Jumat, 30 Maret 2012 23:45 WIB Amankan Bentrok di DPR, Polisi Tersiram Air Raksa

Salah satu anggota kepolisian terkena air raksa saat menjaga demonstrasi di depan pintu gerbang DPR. Karoops Polda Metro Jaya Kombes Pol Agung Budi Maryoto mengatakan anggota polisi yang terkena air raksa berpangkat provost dari Mabes Polri.

"Dari anggota kepolisian, ada satu anggota yang kena air raksa dia anggota Provost dari Mabes Polri namanya Brigadir Made AKP,"ujar Agung Budi Maryoto, di luar Gedung DPR, Jum'at (30/3/2012).

Menurut Agung salah satu demonstran yang menyemprotkan air raksa ke Brigadir Made saat ia berusaha mengamankan amukan masa pada saat itu. Pada saat air raksa disemprotkan, Brigadir Made berpikir itu hanya air biasa.

"Kita ingin membubarkan, dia padahal anggota Provos tapi malah dilempar air dan ternyata itu air keras," jelas Agung.

Anggota provos itu pun mengalami luka di lengan kanan dan muka akibat semprotan air raksa itu. Sementara itu keamanan di gerbang depan gedung DPR telah aman terkendali.

Jumat, 30 Maret 2012 23:58 WIB Sidang Paripurna DPR Ricuh



Sabtu, 31 Maret 2012 01:18 WIB



Rapat paripurna DPR, Sabtu dini hari, sepakat menunda kenaikan harga bahan bakar minyak pada 1 April 2012, namun membuka kemungkinan penyesuaian jika harga minyak mentah Indonesia naik atau turun lebih dari 15 persen dalam waktu enam bulan




Via SBY Pantau Paripurna Kenaikan Harga BBM dari Istana Negara | Kenaikan Harga BBM | Demo BBM, Kapolres & Wakapolres Dilempari Batu | Demo BBM, Mahasiswa Coba Lumpuhkan Bandara Polonia Medan | Jalur KA Purwokerto-Yogyakarta Lumpuh | Meski Hujan, Mahasiswa di Banjarmasin Tetap Beraksi | Tak Ikut Orasi, Pong Hardjatmo Salami Demonstran | Rieke: Ketok Palu Harga BBM Langsung Naik | Pagar DPR Jebol, Demonstran Teaterikal di Depan Polisi | Wartawan Berita Satu Kepala Bocor Terkena Batu | Terkena Gas Air Mata Reporter TVOne Pingsan | Massa Bubar, Polisi Kembali ke Gedung DPR | Polisi Ciduk Demonstran Satu per Satu | Alat Setrum Digunakan untuk Halau Mahasiswa | Polisi Temukan Sekardus Bom Molotov di Sekretariat GMKI | Kapolri : Pembubaran Demonstran di DPR Sesuai Prosedur | 19 Orang Terluka Akibat Bentrok di DPR | Amankan Bentrok di DPR, Polisi Tersiram Air Raksa | DPR sepakat tunda penaikan harga BBM bersubsidi
Drama Demo Tolak Kenaikan BBM 30 Maret 2012
Ditulis oleh: pada 30 Maret 2012
Rating: 4.5
Judul: Drama Demo Tolak Kenaikan BBM 30 Maret 2012; Ditulis oleh Bolo Srewu; Rating Blog: 4.5 dari 5

2 komentar:

Post a Comment