Sunday, January 29, 2012

Dibalik Kecantikan calon Miss World 2012 dari Indonesia


Tentang Maria Selena Calon Miss World 2012 dari Indonesia

Maria Selena (lahir di Palembang, 24 September 1990; umur 21 tahun) adalah pemenang kontes Puteri Indonesia 2011. Ia direncanakan akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2012. Walaupun Maria lahir di Palembang, namun Maria menghabiskan masa kecilnya di Semarang, Jawa Tengah. Itulah sebabnya Maria mewakili Jawa Tengah di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2011.

Maria Selena Terpilih menjadi Wanita Tercantik Indonesia 2011

Setelah hampir satu bulan lebih, Maria Selena terpilih menjadi Puteri Indonesia 2011, baru tanggal kemaren (02/12) Maria Selena mempunyai kesempatan untuk mengunjungi atau pulang kampung yaitu Kota Semarang.  Maria Selena berada di Semarang sejak tanggal 1-3 Desember 2011.


Kedatangan Maria Selena tidak hanya untuk melepas rindu pada kota Semarang sebagai kota yang diwakilinya dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2011 pada  bulan Oktober lalu.  Namun berbagai tugas dan jadwal kegiatan telah menanti Maria Selena selama di Semarang.

Aktifitas Maria Selena, Miss Indonesia 2011

Salah satu agenda terpenting adalah, tanggal 2 Desember 2011, pukul 08.30, Maria Selena didampingi oleh ibunya Nur Elizabeth dan Head of Communication Yayasan Puteri Indonesia, Mega Angkasa,MM dan team dari Mustika Ratu untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo.

Adapun pertemuan ini sebagai bentuk silaturahmi dan ungkapan terima kasih Maria Selena atas dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang yang telah memberikan dukungan penuh sehingga Maria Selena terpilih menjadi Puteri Indonesia 2011.
Sebagai perwakilan dari Kota Semarang, Maria Selena juga berjanji akan menjaga nama baik Kota Semarang, serta memperkenalkan budaya dan pariwisata Jawa Tengan khususnya kota semarang kepada masyarakat luas baik nasional maupun international.

Pada kesempatan yang sama Maria Selena juga mohon dukungan dan izin dari Gubernur Jawa Tengah, karena pada bulan september 2012 yang akan datang dirinya akan dikirim oleh Mustika Ratu dan Yayasan Puteri Indonesia untuk mewakili Indonesia di ajang international Miss Universe 2012.
Di ajang ini  Maria Selena juga berharap dapat memperkenalkan Indonesia, khusunya Jawa tengah di dunia international, yang dapat mendatangkan wisatawan untuk datang ke Semarang sebagai tempat wisata .  Selain itu, Maria Selena juga siap untuk mewakili Semarang jika ada event international untuk membawa misi pariwisata dan budaya.

Selanjutnya, agenda Puteri Indonesia 2011 di Semarang adalah menghadiri dan menjadi Juri dalam acara puncak pemilihan Duta Wisata Kota Semarang.  Dimana Selena juga akan berbagi kisah pengalamannya selama mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia sampai ia terpilih menjadi pemenang atau Puteri Indonesia  sebagai bentuk motivasi untuk peserta Duta wisata.

Puteri Indonesia juga diundang oleh stasiun TV lokal dan Radio lokal untuk wawancara  atas kedatangannya di Kota Semarang dan berbagi cerita tentang pengalamanya selama ini menjabat sebagai Puteri Indonesia 2011, serta acara demo make up Mustika Ratu dimana dia juga akan berbagi kiat cantik bersama kosmetik yang sehat dan aman untuk remaja puteri Indonesia.

Dulu, dalam ingatan teman-teman lamanya di Indramayu, Maria Selena lebih diingat sebagai pemain basket berambut superpendek dan kulit yang terbakar matahari. Kini, ia seorang putri.

Ngobrol dengan Maria Selena

”Aku sebenarnya bukan tipe yang suka ikut kontes-kontesan putri,” ucap Maria Selena (21) sedikit tersipu.

Namun, dalam perjalanan hidupnya, kini ia singgah di panggung kontes pemilihan Puteri Indonesia 2011. Bungsu dari dua bersaudara ini mewakili Jawa Tengah, daerah asal kedua orangtuanya.

Pada malam penentuan, Selena tampak tenang. Gerak-geriknya di atas panggung seperti macan luwe, luwes dan santai. Tak tersirat pula kegugupan dalam setiap jawaban yang diberikannya atas pertanyaan para juri. Bahkan, ketika kemenangannya diumumkan, kegembiraan yang tersurat di wajahnya tak berlebihan. Tak terdengar pula hiruk-pikuk massa pendukungnya. Ya, Selena tak membawa bala pendukung seperti sebagian kontestan lain malam itu.

”Aku lebih baik enggak ditonton. Rasanya lebih enteng. Malam itu hanya keluarga dan segelintir teman saja yang menonton langsung. Kalau lagi tanding basket pun aku enggak mau ditonton keluarga,” cerita Selena dengan tutur kata lembut dan tenang.

Suatu siang, kami bertemu. Tubuhnya dibalut gaun batik keunguan yang menonjolkan tubuhnya yang tinggi semampai. Dengan tinggi 175 sentimeter, secara fisik Selena memang ideal sebagai pemain basket. Kala bertanding basket, baik ketika masih di Indramayu dan di kampusnya di Institut Teknologi Bandung, Selena kerap berposisi sebagai pemain tengah. ”Posisi ini yang sering sikut-sikutan fisik dengan lawan.” Waduh.

Bagi yang baru mengenal Selena sekarang, mungkin sulit membayangkan gadis ini dahulu pemain basket dari Jawa Barat serta sempat mengikuti beberapa turnamen tingkat daerah dan nasional. Namun, menurut Selena, teman-teman basketnya dahulu yang justru bingung dengan sosok Selena sekarang yang jauh lebih ”perempuan”.

Perjalanan Hidup Maria Selena

Selena melalui masa kanak-kanak dan remajanya di sejumlah daerah. Ketika kecil, ayahnya yang karyawan Pertamina ditugaskan di Indramayu. Selena pun bersekolah di Indramayu sejak TK hingga SMP. Ketika memasuki bangku SMA, Selena berpisah dari orangtuanya, indekos dan bersekolah di Cirebon. Kemudian, karena kuliah di ITB, domisilinya pun pindah ke Bandung. Baru sejak mengikuti pemilihan Puteri Indonesia, Selena tinggal di Jakarta bersama orangtuanya, yang lebih dulu hijrah ke Jakarta sejak 2008.

Kontestan memang dapat mewakili daerah yang menjadi asal orangtua. Kedua orangtua dan keluarga besarnya memang berbasis di Semarang, Jawa Tengah. ”Ibu senang sekali aku ikut Puteri Indonesia. Sejak dulu, dia ingin aku lebih perempuan, lebih feminin,” kata Selena.

Nomor sepatu Maria Selena 44

Selena mengungkapkan, sosoknya dahulu jauh lebih ”kekar” dengan berat tubuh mencapai 70 kilogram. Oleh karena itu, dia menikmati posisinya sebagai pemain tengah dalam tim basket. Bahkan, pada masa remajanya, Selena mengaku sempat resah dengan pertambahan agresif ukuran telapak kakinya. Kini, dengan ukuran kaki 44, Selena kerap sulit mencari sepatu perempuan yang cocok. ”Dulu, setiap tahun, ukuran sepatu naik satu nomor,” ujarnya sambil menunjukkan kakinya yang meski bertelapak memanjang tetap kelihatan indah.

Mengikuti ajang Puteri Indonesia membuat Selena belajar banyak hal mengenai dunia perempuan. Setidaknya hal itu membuatnya belajar lebih feminin, seperti impian ibunya. Dia juga mengaku senang dengan kesempatan berkiprah dalam berbagai kegiatan sosial selama menjabat Puteri Indonesia. Kesempatan baginya untuk mengikuti ajang Miss Universe pun terbuka.

Dia mengaku tercemplung dalam ajang kontes-kontesan sejak mengikuti Pemilihan Abang None Jakarta 2010. Ketika itu, Selena didaftarkan oleh teman basketnya yang ingin punya teman untuk ikut dalam ajang tersebut. Sang teman laki-laki itu pun akhirnya masuk dalam jajaran finalis bersama dirinya. Selena lalu terpilih menjadi None Terfavorit Jakarta Pusat 2010.

Maria Selena, Putri dalam Dongeng

Karena tak memiliki pengalaman di dunia modeling, penggemar mangga indramayu ini tak ragu diarahkan fotografer dalam sesi pemotretan. Sikapnya yang serba tenang itu sepertinya menjadi keunggulan diri yang tak begitu disadarinya. ”Aku enggak pernah pengalaman jadi model apa pun. Aku diarahin aja, ya...,” ujarnya.

Di tepi kolam renang Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, angin sore sepoi-sepoi meniup rambutnya dari belakang, memberi bingkai indah pada wajahnya.

Duduk di tepi kolam air mancur, Selena tampak seperti putri dalam cerita dongeng.
Judul: Dibalik Kecantikan calon Miss World 2012 dari Indonesia ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

3 komentar :

Post a Comment