Tuesday, March 6, 2012

Preman, Aparat, Hukum, Pejabat : Sebab akibat terpuruknya Indonesia

Preman, Aparat, Hukum, Pejabat : Sebab akibat terpuruknya Indonesia

Banyak Oknum Aparat Bermain di Belakang Preman

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta agar pimpinan kepolisian, dalam hal ini Kapolri Jenderal Timur Pradopo serius memberantas premanisme.

Pasalnya, selain meresahkan, aksi premanisme ini sudah mencengkeram pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

Celakanya lagi, Hipmi melihat banyak oknum aparat nakal yang 'bermain' di belakang aksi premanisme.

Motifnya selain meminta 'setoran', aksi ini juga menciptakan demand jasa pengamanan pribadi. “Hipmi meminta kepada pejabat kepolisian agar menindak tegas anak buahnya yang jadi beking-beking wilayah, kawasan, pasar, atau pribadi tertentu. Pengamanan sudah merupakan tugas kepolisian secara institusional dan rakyat sudah banyak membayar pajak untuk itu,” tegas Harry.

Harry menambahkan, aksi premanisme inilah yang ikut menambah daftar panjang penyebab UMKM sulit kompetitif. “Selain, masalah tidak punya akses ke perbankan, infrastruktur jelek, biaya logistik tinggi, ya ini premanisme ini tidak mau kalah."

"Coba lihat sendiri, pasar rakyat itu dari dulu sudah becek dan kumuh, sampai sekarang terus saja begitu. Apa yang mereka dapat cuma bisa buat makan sehari-hari saja. Mereka belum bisa bicara soal persaingan,” tutup Harry.

Hipmi: Aksi Premanisme Sudah Mencekik Leher Pelaku UMKM

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta agar pimpinan kepolisian serius memberantas premanisme.

Pasalnya, selain meresahkan, aksi premanisme ini sudah mencengkeram pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

“Banyak keluhan dari anggota kami, rata-rata UMKM, premanisme ini sudah mencengkeram usaha mereka,” ujar Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Harry Warganegara Harun di Jakarta, Senin (5/03/2012).

Sebab itu, Hipmi meminta agar polisi tidak “panas-panas tahi ayam” dalam memberantas premanisme.

Harry mengatakan, pelaku UMKM saat ini sebenarnya sudah mengalami darurat preman. Hanya saja rata-rata mereka memilih diam atau mencari beking dari aparat yang kemudian harus membayar biaya tambahan keamanan lagi.

Harry mencontohkan, pelaku UMKM di negeri ini diperas dari hulu sampai hilir.

“Misalnya barang yang dibawa dari pabrik atau sentra produksi dan akan dibawa ke pasar. Begitu keluar pabrik sudah menanti preman di ujung gang. Kemudian bertemu lagi dengan aparat. Di tengah jalan lagi masih menunggu ormas-ormas atau timer-timer. Masuk ke pasar juga tidak gratis. Harus bayar lagi. Ketika barang tiba ke tingkat pedagang, pedaganngnya yang diperas oleh preman saat berjualan,” papar Harry.

Dalam sehari, pelaku UMKM di pasar selalu dimintai uang keamanan minimal dua sampai tiga preman yang mengaku dari ormas tertentu.

“Coba bayangkan sendiri deh. Pelaku usaha mikro itu di pasar yang untungnya sehari sekitar Rp 100.000. Sebesar Rp 10.000 itu sudah masuk jadi uang keamanan. Padahal mereka juga harus membayar retribusi yang resmi. Ini UMKM sudah darurat preman,” tukas Harry.

Dari pantauan Hipmi, kata Harry, hampir tidak satupun pasar di Indonesia yang bebas pungutan dari para preman, termasuk pusat-pusat perdagangan yang menggunakan ruko-ruko.

“Hanya pasar modern seperti yang di Serpong itu yang bebas. Jadi modernisasi pasar rakyat ini penting juga supaya premanisme ini tidak gampang bersarang di sana,” tegas Harry.

Pecinan Makassar Jadi Sasaran Premanisme

Kawasan Pecinan Makassar, termasuk salah satu wilayah yang rawan aksi kriminal. Jajaran Polresta Makassar dan Polresta Pelabuhan, memberikan perhatian khusus di daerah yang juga merupakan kota tua Makassar.

Di timur Pecinan adalah Makassar Mall, di Pasar Sentral dan MTC Karebosi ini tak kurang lebih 4000 pedagang bertransaksi disini. Di barat Pecinan kawasan pelabuhan peti kemas Soekarno Hatta dan terminal penumpang Pelabuhan Makassar.

Sebelah selatannya, dikenal dengan kilo nol, atau kawasan industri jasa keuangan, perbankan dan jasa telekomunikasi. Di utara, adalah kawasan bongkar muat bahan bakar minyak dari Pertamina, dan Pelabuhan Rakyat Paotere.

Akhir pekan lalu, berita aksi hipnotis warga Pecinan, jadi buah bibir. "Banyak korban hipnotis, tapi baru kali ini ada korban dengan kerugian hampir Rp 1 M, dan pelakunya diidentifikasi dari Jawa dan Medan.

Dijumpai di warung kopi satu delapan atau Warkop Mei Nam, Jl Sulawesi Makassar, Luah Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Andi M ifin mengatakan, jika wilayah administratif yang dipimpinya, termasuk daerah sasaran aksi premanisme dan kriminal.

Dia bahkan, membenarkan bahwa sebagai wilayah pinggiran dan kawasan jasa hotel dan penginapan, daerahnya mulai masuk preman dari luar Sulawesi selatan Minggu (4/3/2012).

Andi Arifin menjelaskan sebelum muncul dua kejadian korban hipnotis di wilayahnya seperti yang dialami salah satu warganya yang bernama Tjian Mei yang kehilangan kurang lebih 1 M 250 juta pada Rabu (29/2/2012) yang diduga pelaku sindikat asal Medan.

Pada Februari itu juga, ada dua kejadian penyambretan di Jl Sarappo Makassar, yang dijambret adalah pengunjung toko obat China, Setia dan pengujung toko penjual daster Monalisa.

Dari kejadian jambret ini, Camat Wajo, Suwandy juga sudah memerintahkan Andi Arifin memasang polisi tidur di Jl Sarappo karena pada malam minggu, biasanya daerah ini juga dijadikan ajang balapan liar.

Yang sangat mengusik warga Kelurahan Melayu Baru. Andi Arifin menambahkan sebagai aparat lurah, tugas lurah hanya menjaga kerukunan warga, kebersihan dan lainnya. "Kami juga ikut memantau kerawanan sosial bersama aparat terkait," katanya.

Namun dari segi keamanan, kita punya keterbatasan, apa lagi Kelurahan Melayu Baru yang berada dipusat Jantung bisnis kota Makassar dan dekat dari Pelabuhan Makassar yang memungkinkan preman luar masuk kewilayah Pecinan.

Untuk itu, kata Andi Arifin mengharapkan jajaran petugas kepolisian yang berwenang, dapat lebih proaktif menlakoni tugas kewajiwannya dalam keamanan warga dikawasan Pecinan Makassar. Saat ada kejadian, masyarakat mengharapkan gerak cepat dari pihak aparat dan tidak menunda-nunda waktu.

Andi Arifin, akan meminta terus berkoordinasi di wilayahnya dengan BanKompol, Binmas dan Banteng Komando. Tetapi toh kita tetap kecolongan ula preman, sambil mendesah nafasnya dengan kerutan dijidak.

Di Kecamatan Wajo, ada delapan kelurahan. Pihaknya mengharapkan ada operasi rutin bersama jajaran pihak keamanan yang berwenang.
Dijumpai di tempat yang sama, pemilik warkop satu delapan yang juga ketua RT 02, Rosiady Tandean juga membenarkan adanya dugaan sindikat preman dari luar Sulawesi masuk kewasan Bisnis ini.

Preman Jakarta Pindah ke Makassar Hanya Sebentar

Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Muhammad Darwis menilai upaya pemerintah DKI Kota Jakarta memerangi preman dari berbagai daerah di kota tersebut akan berimbas di daerah asal preman yang bersangkutan.

"Hal tersebut disebabkan para preman yang lolos akan kembali ke daerah asal, yang tentunya akan menimbulkan masalah, bila di daerah asal mereka tidak kuat solidaritas kekerabatannya," kata Darwis kepda Tribun Timur via telepon selulernya, Makassar, Minggu (4/3/2012)

"Sesungguhnya seorang melakonkan kerja-kerja preman adalah tidak lebih untuk kelangsungan hidup di kota. Dimana persaingan begitu kuat, ditambah skil yang pas-pasan, sebagai jalan pintas mereka berkelompok berdasarkan daerah dan keberadaan mereka,"tambahnya.

Menurutnya, preman bagi para kapitalis adalah sangat bermanfaat, jasa preman sangat dibutuhkan untuk menjadi pengamanan atau debt collector, bahkan melakonkan peran ''mafia'' kecil-kecilan. Namun bila mereka terdesak di kota, mereka kembali ke daerah asal.

Namun hanya untuk sementara dan bila keadaan di kota sudah aman dalam artian mereka tidak diuber-uber lagi, mereka akan kembali lagi dengan bentuk kelompok baru, namun kegiatannya sama saja.

Kehadiran mereka dikampung halaman, bila kekerabatannya lemah, tentunya akan membuat dia merasa terasing, dan memungkinkan dia depresi, sehingga bisa melakukan tindakan yang menganggu masyarakat dan memungkinkan menghasut pemuda-pemuda yang menganggur.

Bila kekerabatan kuat tentunya kehadiran mereka akan diterima dalam kehidupan keluarga mereka, dan mereka ini akan kembali lagi ke kota. Oleh karena itu bila penyisiran preman di Jakarta kelak efektif, maka pemda siap-siaplah untuk menyambut mereka dengan program penanganan agar mereka tidak merasa asing di kampungnya. Bila tidak ditangani masalah sosial kekerasanlah yang akan terjadi.

Preman Jakarta Ditengarai Masuk ke Makassar

Efek 'bersih-bersih' preman di DKI Jakarta ditengarai bakalan berimbas pada daerah lainnya. Preman yang merasa takut ditangkap di ibukota akan pulang ke kampung masing-masing, termasuk Makassar.

Saat ini, Makassar pun telah siap-siap 'menghalau' preman-preman limpahan dari DKI. Kepala Biro Operasional Polda Sulsel Kombes Pol Aziz Samosir mennyatakan, secara spesifik pihaknya akan kesulitan mengidentifikasi preman- preman dari Jakarta dan pulau Jawa yang akan masuk ke Makassar.

Pihaknya akan mengawasi jalur keluar dan masuk orang dari dan keluar Sulsel. Baik itu via udara (bandara) dan pelabuhan (laut) dan via darat.

Akses dan bebasnya orang keluar masuk suatu daerah bisa dimanfaatkan preman. Jalur yang bisa digunakan, jalur laut dan udara. Polisi akan mengawasi lalu lintas keluar dan masuk wilayah Sulsel..

Namun, secara khusus Azis ,mengingatkan, aksi premanisme tak boleh ditafsirkan secara sempit. Segala bentuk pelanggaran hukum menurutnya adalah premanisme. Jadi operasi pemberantasan preman bukanlah sesuatu yang luar biasa.

Operasi pemberantasan preman setiap saat bisa digelar polisi agar dapat memberi efek jera."Supaya polisi juga ada tugasnya. Jangan hanya kita makan (dari gaji) uang rakyat. Harus juga bekerja," tambah Azis.

Sejak pertengahan bulan lalu jajaran kepolisian Resort Metro di Jakarta, intens menggulung pentolan dan kelompok preman, bandit-bandit dan pelaku kriminal jalanan.

Aksi bersih-bersih ini, terkait penangkapan pentolan preman kakap, John "Kei" Refra di ibu kotaFebruari lalu. Sepanjang akhir Februari hingga awal Maret, setidaknya jajaran polisi ibu kota sudah menangkap sekitar 431 bandit, sepertiganya ditahan, dan sisanya dipulangkan untuk dilakukan pembinaan.

Di Jakarta Utara tertangkap 346 ditangkap, 12 ditahan dan pembinaan. Sedangkan di Jakarta Timur: 564 ditangkap, 43 ditahan, Bekasi: 175 ditangkap, 23 ditahan, Depok: 171 ditangkap, 15 ditahan, Jaksel: 247 ditahan, 67 ditahan, Jakbar: 254 ditangkap, 25 ditahan.

Di Makassar, hampir setiap tahun digelar operasi cipta kondisi, termasuk di lokasi-lokasi dan kawasan yang selama ini dianggap jadi "wilayah" preman.
Dalam catatan tribun, aksi penangkapan besar -besaran dilakukan jajaran Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar dan Polresta pelabuhan saat melakukan Operasi Cipta Kondisi dan berhasil mengamankan 264 preman dan mengamankan 3.923 botol minuman keras dari berbagai merek, akhir tahun 2008.

Persoalan Etnis Penyebab Aksi Premanisme

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan, maraknya praktek premanisme di Jakarta akibat persoalan perbedaan etnis yang berkumpul jadi satu di Jakarta.

"Di Jakarta, praktek premanisme selalu dikaitkan dengan etnisitas," ujar Yayat kepada wartawan dalam diskusi yang digelar di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2012).

Menurut Yayat, banyaknya etnis yang berbeda-beda dan solidaritas sesama etnis yang melebur menjadi satu perkumpulan, bahkan organisasi masyarakat menjadi salah satu faktor munculnya premanisme.

"Jadi kelompok itu menjadi pengikat saja antarsesama etnis yang termarginalkan, sehingga ketika kalah bersaing, punya otot tapi tidak ada background pendidikan yang bagus sehingga mereka lebih senang pakai otot," kata Yayat.

Sebagai jalan keluarnya, Yayat menegaskan pemerintah harus memperbanyak lapangan kerja dan jangan hanya di Jakarta saja sehingga terbuka lapangan kerja seluas-luasnya.

"Jadi intinya, buat potensi-potensi baru Jakarta supaya daya tarik Jakarta berkurang," tandas Yayat.

Premanisme di Jakarta dari Parkir Hingga Kuburan

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Surpiyatna mengatakan bahwa hampir di semua sudut kota Jakarta berpotensi praktek premanisme.

"Hampir di segala sektor bentuk-bentuk premanisme seperti di terminal, parkiran, pasar bahkan kuburan," ujar Yayat kepada wartawan usai diskusi yang digelar di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2012).

Yayat menjelaskan, fakta yang ditemukan di lapangan bahwa ada kegiatan premanisme di daerah pekuburan itu bukanlah menjadi calo, namun persoalan lahan pekuburan.

Menurut Yayat, dinas pemakaman tidak mampu menjaga pekuburan karena tenaga yang terbatas. Selain itu mereka tidak bernyali terhadap preman yang beroperasi di daerah pekuburan.

"Dalam persepsi banyak orang kan kalau berurusan dengan preman berkaitan dengan nyawa," kata Yayat.

Pendudukan praktek premanisme di pekuburan, tambah Yayat, berakibat biaya pelayanan publik menjadi lebih mahal dari harga semula.

"Jadi ada malpraktek di sana dalam layanan publik, salah satunya kuburan," tandas yayat.


Via:

Ilustrasi : Yomokoko.com
Judul: Preman, Aparat, Hukum, Pejabat : Sebab akibat terpuruknya Indonesia ; Ditulis oleh Bolo Srewu ; Rating Blog: 4.5 dari 5

0 komentar :

Post a Comment